do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Minggu, 07 Februari 2016

KLASIFIKASI HEWAN



A.           Klasifikasi Hewan 
Berdasarkan Klasifikasinya, Hewan atau binatang ini terbagi menjadi 2 kelompok besar, diantaranya adalah Vertebrata yaitu Hewan yang memiliki tulang belakang dan Invertebrata yang merupakan hewan yang tidak memiliki tulang belakang. Pada dasarnya, klasifikasi hewan yang menjadi Vertebrata dan Invertebrata ini merupakan klasifikasi berdasarkan struktur tubuh hewan atau binatang.
Hewan Vertebrata
Vertebrata adalah jenis hewan yang memiliki tulang belakang atau tulang punggung. Hewan-hewan yang tergolong dalam Vertebrata dibagi lagi menjadi beberapa jenis yakni :
  1. Ikan (Pisces), yaitu Hewan yang hidup didalam air, bernafas dengan insang dengan alat gerak berupa sirip dan berkembang biak dengan cara bertelur.
  2. Amfibi (Amphibia), yaitu Hewan yang dapat hidup di dua alam (darat dan air), berdarah dingin (tidak dapat mengatur suhu badan sendiri) dan bernafas dengan paru-paru. Contoh Hewan Amfibi seperti Katak, Salamander dan kadal air.
  3. Reptil (Reptilia), adalah hewan melata yang berdarah dingin dan memiliki sisik yang menutup tubuhnya. Contoh Hewan Reptil adalah buaya, kadal dan ular.
  4. Burung (Aves), yaitu Hewan yang bisa terbang, Hewan Aves atau Burung ini memiliki bulu yang menutupi tubuhnya dengan alat gerak berupa kaki dan sayap. Meskipun Aves sering disebut sebagai hewan yang bisa terbang, ada beberapa jenis hewan yang tergolong dalam Aves tetapi tidak bisa terbang seperti Ayam, Bebek, Angsa dan Kalkun.
  5. Hewan Menyusui (Mammalia), yaitu hewan yang memiliki kelenjar susu (betina) yang berfungsi untuk menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya. Hewan Mammalia pada umumnya adalah hewan yang berdarah panas dan bereproduksi secara kawin. Hewan Menyusui atau mammalia ini ada yang hidup di darat dan ada juga hidup di air. Contoh Hewan Mammalia yang hidup di darat seperti Sapi, Domba, Monyet, Rusa, Kuda dan Gajah. Sedangkan Hewan Mammalia yang habitatnya di air seperti Paus, Lumba-lumba dan Duyung.

Hewan Invertebrata
Invertebrata adalah jenis hewan yang tidak memiliki tulang belakang atau tulang punggung. Struktur morfologi, sistem pernafasan, sistem pencernaan dan sistem peredaraan  darah  Hewan Invertebrata lebih sederhana jika dibandingkan dengan hewan jenis Vertebrata. Hewan yang termasuk dalam golongan Hewan Invertebrata antara lain :
  1. Filum Protozoa, yaitu hewan yang bersel satu yang hidup di dalam air. Bentuk tubuh Protozoa sangat kecil yaitu berkisar antara 10-50 μm tetapi ada juga yang memiliki bentuk tubuh hingga 1mm. Sumber makanan Protozoa adalah hewan dan tumbuhan. Berdasarkan alat geraknya, Protozoa terbagi menjadi 4 kelas yaitu Kelas Rhizopoda (berkaki semu), kelas Flagellata (berbulu cambuk), kelas Cilliata (berambut getar), dan kelas Sporozoa (berspora).
  2. Filum Porifera atau hewan berpori, yaitu hewan air yang hidup di laut dengan bentuk tubuh seperti tumbuhan atau tabung berpori yang melekat pada suatu dasar laut dan dapat berpindah tempat dengan bebas. Sumber makanan Porifera adalah Bakteri dan Plankton. Filum Porifera terbagi menjadi 3 kelas yaitu Kelas Corcorea, kelas Hexactinelida dan Kelas Demospangia.
  3. Filum Cnidaria, yaitu hewan yang memiliki sel penyengat yang dinamai knidosit yang digunakan untuk menangkap mangsa dan membela diri. Cnidaria dibagi menjadi 4 kelompok yaitu Anthozoa (anemone laut, koral, pena laut), Scyphozoa (Ubur-ubur), Cubozoa (ubur-ubur kotak) dan Hydrozoa. Filum Cnidari kebanyakan terdapat di lingkungan laut. Filum Cnidaria terkadang dikategori sebagai filum Coelenterata karena merupakan hewan berongga yang disebut dengan Coelenteron.
  4. Filum Ctenophora yaitu hewan yang memiliki lubang-lubang kecil atau pori dihampir seluruh tubuhnya. Pori tersebut dapat menimbulkan racun yang digunakan untuk melumpuhkan mangsa atau musuhnya.Meskipun bentuknya seperti ubur-ubur, tetapi filum Coelenterata tidak memiliki sel penyengat (knidosit) seperti pada filmu Cnidaria. Filum Ctenophora terkadang dikategorikan sebagai filum Coelenterata karena merupakan hewan berongga yang disebut dengan Coelenteron.
  5. Filum Platyhelminthes atau Cacing Pipih, yaitu hewan yang berbentuk cacing dengan tubuh pipih dan tidak bersegmen. Cacing pipih ini pada umumnya hidup di sungai, laut, danau ataupun sebagai parasit di tubuh organisme lain. Terdapat 3 kelas dalam filum Platyhelminthes yaitu Turbellaria (cacing berambut getar), Trematoda (Cacing Isap) dan Cestoda (cacing pita).
  6. Filum Nematoda (Cacing Gilik), yaitu cacing yang berbentuk gilik. Kedua ujung tubuh Filum Nematoda berbentuk runcing dan sedangkan tengahnya bulat. Contoh Cacing Gilik diantaranya seperti cacing tambang, cacing askaris dan cacing filaria.
  7. Filum Annelida (Cacing Gelang), yaitu cacing yang tubuhnya terdiri atas segmen-segmen seperti gelang dengan berbagai sistem organ yang baik dengan sistem peredaran darah tertutup. Filum Annelida terbagi menjadi 5 kelas yaitu Polychaeta (berambut banyak), Oligochaeta (berambut sedikit atau tidak ada rambut sama sekali), dan Hirudinea (menghisap darah). Contoh cacing jenis Filum Annelida diantaranya seperti cacing tanah, cacing pasir, cacing kipas dan lintah.
  8. Filum Mollusca (Filum Moluska), yaitu hewan yang bertubuh lunak baik dilindungi oleh cangkang maupun yang tidak dilindungi oleh cangkang. Cangkang Filum Mollusca terdiri dari bahan kalsium (zat kapur). Filum Mollusca terdiri dari 3 kelas yakni P (memiliki 2 buah cangkang seperti kerang, tiram dan simping), Gastropoda (Siput baik yang bercangkang ataupun tidak), Cepalophoda (Gurita dan cumi-cumi), Scaphopoda dan  Amphineura.
  9. Filum Artropoda, yaitu filum bertubuh segmen yang biasanya bersatu menjadi dua atau tiga daerah yang jelas, anggota tubuh bersegmen berpasangan dan simetri bilateral. Filum Artropda juga dikenal dengan sebutan hewan berbuku-buku. Filum Artropoda terbagi menjadi beberapa kelas, diantaranya adalah  Chelicerata (laba-laba, tungau, kalajengking),  Myriapoda (lipan), Krustasea (kepiting, lobster, udang) dan Hexapoda (serangga).

B.             klasifikasi kingdom
Kingdom Animalia (Metazoa)
Kelompok untuk makhluk hidup yang bersifat heterotrofik, tidak memiliki dinding sel, memiliki membran sel, dan multiseluler. Anggota kingdom Animalia tidak memiliki kloroplas sehingga tidak mampu melakukan fotosintesis. Makhluk hidup yang diklasifikasikan dalam kingdom animalia mampu bergerak secara aktif dikarenakan modifikasi sel pada bagian protein kontraktil. 
Setelah kingdom, klasifikasi selanjutnya disebut phyla atau filum. Diperkirakan terdapat 9,812,298 spesies.
Kingdom Plantae (Metaphyta)
Plantae merupakan klasifikasi makhluk hidup yang dicirikan dengan sel yang berdinding sel, multiseluler, bersifat autotrofik (umumnya), kurang mampu bergerak, memiliki kloroplast dan pigmen klorofil yang membuatnya mampu melakukan fotosintesis.
Setelah kingdom, klasifikasi selanjutnya disebut division atau divisi. Diperkirakan terdapat 320,000 spesies.
Kingdom Fungi atau Mycota
Fungi adalah klasifikasi makhluk hidup yang dulunya masuk dalam kingdom plantae. Memiliki membran inti  (eukariot). Tubuh tersusun oleh hifa yang membentuk miselium. Bersifat saprofit ataupun parasit dan juga beberapa spesies mampu bersimbiotik. Tidak mampu berfotosintesis karena tidak memiliki klorofil. Diperkirakan terdapat 1,500,000 spesies
Kingdom Protista
Klasifikasi makhluk hidup yang bersel tunggal dan memiliki membran inti (eukariot).Makhluk hidup ini terkadang memiliki kloroplast adapun yang tidak. Beberapa spesies memiliki dinding sel. Ukurannya cukup kecil akan tetapi tetap mampu untuk teramati menggunakan lup ataupun mikroskop. Mampu bergerak menggunakan silia, flagela ataupun alat pergerakan amoeboid lainnya, walaupun pada beberapa anggota nya tidak memiliki alat gerak. Terdapat sekitar 600.000 spesies.


Kingdom Monera
Monera terbagi atas dua yaitu Bacteria dan Archaebacteria. Kelompok makhluk hidup yang uniseluler, tidak memiliki membran inti (prokariotik), memiliki dinding sel, tidak memiliki kloroplast dan organel lainnya kecuali ribosom dan mesosom. Berukuran sangat kecil dan memiliki banyak varian pada tingkatan spesiesnya. Kingdom monera juga beranggotakan alga hijau biru (green blue alga ) yang mampu melakukan fotosintesis.Organisme ini dapat bersifat fotoautotrof atau kemoautotrof (atau keduanya), dapat bersifat aerob dan anaerob. Diperkirakan terdapat 1.000.000 spesies

C.            Kluwak
Pangium edule Reinw
Nama umum
Indonesia:
Kluwak, kluwek, picung (Sunda), kepayang
Melayu:
Kepayang, Payang
Pangium edule

Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Dilleniidae
                         Ordo: Violales
                             Famili:
Flacourtiaceae
                                 Genus:
Pangium
                                     Spesies: Pangium edule Reinw

 Klasifikasi Ordo

Burung milik Aves kelas. Hewan ini memiliki banyak adaptasi struktural untuk penerbangan. Misalnya, tubuh ramping untuk meminimalkan hambatan udara, dan tulang-tulang endoskeleton ringan dan berongga. Banyak tulang juga menyatu untuk memberikan kekuatan kompak. Untuk mengaktifkan penerbangan, burung juga memiliki bulu, yang merupakan adaptasi ringan sisik reptil. Bulu juga melindungi terhadap hilangnya panas tubuh dan air.

Tidak ada komentar: