do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Sabtu, 28 September 2013

Bahaya Berjanji Terlalu Muluk-muluk

Berikan janji yang masuk akal bagi diri Anda sehingga tidak mengecewakan pihak lain.
Saat Anda bekerja sebagai entepreneur, Anda akan dihadapkan dengan berbagai tuntutan.  Anda harus menghadapi tuntutan pemodal (jika Anda mendapatkan pendanaan dari mereka), atau tuntutan konsumen agar produk atau layanan Anda lebih sempurna lagi sesuai harapan mereka, atau pemegang saham.
Di antara semua tuntutan yang ada ini, tentu Anda akan tergoda untuk memberikan janji  mengenai hal-hal yang akan Anda capai atau perbaiki di tahun mendatang. Namun, jangan ceroboh dengan mengobral janji!
Cermatlah dalam membuat komitmen yang melibatkan konsekuensi yang tidak sederhana. Ingatlah: Akan jauh lebih baik untuk melontarkan janji secara moderat (wajar, tidak berlebih-lebihan) tetapi mampu memberikan hasil yang lebih dari perkiraan atau proyeksi sebelumnya.
Anda tidak akan pernah tahu hal yang bisa menghalangi Anda mewujudkan janji yang Anda sudah ucapkan pada pihak lain. Bisa saja perusahaan Anda mengalami kendala internal, staf Anda tiba-tiba sakit parah, pemerintah mengubah kebijakannya yang tiba-tiba mempengaruhi industri, dan sebagainya.
Bersikaplah konservatif, atau kolot saat harus memberikan ekspektasi kepada pihak lain.
Jika Anda sanggup memberikan hasil yang lebih tinggi, Anda pasti bisa memberikan kejutan positif untuk mereka. Namun, jika Anda memberikan janji terlalu banyak dan tidak masuk akal dan gagal memenuhinya, Anda akan mempertaruhkan kredibilitas Anda sebagai entrepreneur di masa datang. Akan lebih sukar bagi Anda untuk memulai kembali jika gagal setelah memberikan janji yang terlalu tinggi karena pihak lain akan sulit untuk mempercayai kembali.
Bahkan jika Anda sukses menyelesaikan banyak proyek, misalnya, tetapi belum sepenuhnya menuntaskan agenda yang Anda janjikan, Anda sudah memiliki cacat di hadapan orang lain. (HBR/*Akhlis)

Tidak ada komentar: