do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Sabtu, 28 September 2013

Penyebab Turunnya Penjualan E-commerce dan Solusinya

Tidak semua orang yang berkunjung ke situs kita, pasti secara otomatis akan membeli produk atau jasa yang kita tawarkan di sana. Padahal kita sudah merancang situs dengan semenarik mungkin. Jangan buru-buru salahkan orang lain jika performa bisnise-commerceAnda mengalami penurunan tajam karena bisa saja hal itu dipicu oleh inefisiensi situs bisnis Anda. Demikian temuan perusahaan penganalisis dan data riset QuBit terhadap situs ritel di Inggris.

Berikut adalah 10 alasan yang bisa jadi menyebabkan penurunan dalam bisnis e-commerce. Silakan simak dengan seksama karena mungkin itu yang sedang merongrong usaha Anda:

1. Penentuan harga

Penentuan harga ialah masalah utama bagi para konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian online mereka. Transparansi dan aksesibilitas ialah kunci menuju dunia ritel online karena berbelanja dengan membandingkan harga mudah sekali dilakukan sekarang ini, bahkan lebih mudah daripada membandingkan harga di dunia nyata. QuBit merekomendasikan untuk menunjukkan harga sebelumnya (dengan menyilangnya) atau berfokus pada tawaran istimewa(deal of the week/day) untuk bisa memuaskan pelanggan yang sangat peka dengan harga.

2. Deskripsi produk
Lebih dari 12% umpan balik berhubungan dengan kurangnya deskripsi produk atau jasa yang kurang lengkap dan kurang jelas. Deskripsi seharusnya diterakan dengan mendetil untuk bisa menggantikan peran staf penjualan yang berpengalaman dalam produk/ jasa yang bersangkutan. Hal ini terutama sangat krusial dalam dunia ritel pakaian, di mana banyak ditemui pengunjung situs membatalkan untuk membeli pakaian yang disukainya karena informasi penting yang terlalu singkat atau kurang terperinci dengan baik. Misalnya, tidak disebutkan bahan yang digunakan, asal/ tempat diperolehnya bahan tersebut, ukuran pakaian yang dijual tidak dirinci dengan baik. 

3. Informasi persediaan
Penting sekali untuk menyediakan informasi ketersediaan jumlah produk yang kita jual di situs pada proses penjualan. Jika produk yang dijual sudah habis, informasi yang diberikan secara real time mengenai kapan produk itu akan tersedia kembali juga sangat dinantikan pengunjung. Sebaliknya pengguna akan diberikan pilihan untuk diberitahu begitu produk sudah tersedia atau situs seharusnya bisa merekomendasikan secara otomatis barang-barang lain yang berhubungan dengan barang yang diburu yang masih tersedia. Siapa tahu mereka akan berubah pikiran dan memilih produk yang disarankan?

4. Fungsionalitas situs
Pengguna situs akan merasa jengkel saat memasuki sebuah situs dengan harapan kemudahan dalam mengakses dan menjelajahinya tetapi malah menemui banyak kebingungan dan kesulitan. Fungsionalitas yang hilang ini disebabkan umumnya oleh ketiadaan daftar barang yang dijual, jumlah persediaan, rekomendasi yang sudah disesuaikan, guest checkout dan penyaring produk (siapapun tak mau menyisir satu per satu laman situs untuk mencari 1 barang saja).

5. Informasi pengiriman
Harga pengiriman dan waktu yang dibutuhkan juga harus disertakan di situs. Ketiadaan informasi ini berpeluang untuk menimbulkan hilangnya calon konsumen dan turunnya jumlah pengunjung situs. Memberikan pilihan pengiriman barang dalam skala internasional dan memamerkan harga dalam berbagai mata uang ialah dua fitur utama yang akan disukai pengunjung.

6. Gambar
Orang-orang suka melihat apa yang mereka beli sebelumnya sebelum mereka membeli barang. Fotografi beresolusi tinggi dari berbagai sudut dan kemampuan zoom (pembesaran gambar) atau 3 dimensi akan menjadi hal-hal penting yang menarik pengunjung untuk menjadi pembeli.

7. Diskon
Para pengunjung situs yang berkomentar tidak bisa menemukan kode diskon adalah penunjuk adanya masalah dalam situs Anda. Begitu juga saat mereka kebingungan apakah diskon offlineberlaku juga saat membeli secara online. Kita sebagai konsumen selalu menemukan adanya pengecualian-pengecualian yang tidak dijelaskan sejak awal dan ini bisa meliputi detil mengenai negara, wilayah, merek dan barang tertentu.

8. Navigasi

Pelanggan terbiasa untuk mengunjungi situs e-commerce besar seperti Amazon. Amazon bisa menjadi contoh bagi pebisnis e-commerce. Kecil kemungkinan di Amazon kita temui tautan yang rusak (tidak berfungsi), ketiadaan laman kategori dalam navigasi utama dan fungsionalitas peramban yang berjalan tidak sebagaimana mestinya (seperti tombol kembali).

9. Video

Video produk bisa ditambahkan agar produk lebih menarik di mata pengunjung dan mereka memang mengharapkannya karena ketiadaan video adalah salah satu masalah utama dalam situs ritel online.

10. Kecepatan situs

Waktu yang dibutuhkan untuk menampilkan situs Anda juga harus menjadi perhatian utama. Tidak ada konsumen yang suka menunggu berlama-lama di layar komputer hanya untuk menunggu situs Anda tertampil sempurna. Peritel seharusnya bisa melakukan benchmark terhadap waktu tertampilnya situs mereka dibandingkan para pesaing dan membenahi situs agar bisa lebih cepat dalam proses loading.

Apa yang harus dilakukan?

Beberapa kiat bisa ditempuh jika Anda menginginkan situs e-commerce Anda kembali meraup laba seperti semula. CEO QuBit Graham Cooke menyatakan ada 3 hal utama yang bisa dilakukan untuk meningkatkan konversi pengunjung menjadi pembeli:

1. Informasi produk

Apakah deskripsi di situs Anda sudah jelas, singkat dan membuat orang begitu ingin memiliki barang itu? Apakah deskripsi itu sudah memberitahu pengguna tentang apa yang seharusnya mereka ketahui tentang produk? Apakah Anda sudah mendapatkan gambar-gambar yang bagus dalam situs dan apakah Anda memungkinkan pengunjung untuk melihat gambar produk dengan lebih jelas sehingga mereka tahu dengan mendetil? Informasi produk tentang sebuah situs memainkan peranan penting bak seorang penjaga toko alias pramuniaga di sebuah toko konvensional sehingga Anda harus pastikan ia ramah dan memfasilitasi apa yang dikehendaki pengunjung.

2. Proses pembayaran

Tugas Anda adalah bagaimana membuat pengunjung selama mungkin berada di situs Anda karena begitu mereka menutup jendela, berarti Anda kehilangan satu pelanggan potensial. Banyak peritel mengabaikan hal-hal sederhana seperti menghidupkan display informasi pembayaran dalam berbagai mata uang atau memastikan bahwa orang memiliki informasi yang jelas tentang biaya pengiriman.

3. Pengalaman pengguna

Kita semua sudah tahu bahwa pengalaman pengguna amat penting bagi keberhasilan bisnis ritelonline tetapi masih saja ia menjadi masalah utama yang harus dipecahkan oleh peritel online.Sekali lagi hal ini bisa disederhanakan menjadi masalah sederhana seperti kecepatan loadinglaman situs yang terlampau lama atau kenyamanan melakukan pencarian di dalam situs tetapi itu semua akan mempengaruhi angka penjualan Anda.

Nah, sekarang bagaimana bisnis Anda akan melakukan optimasi situs agar bisa mengubah pengunjung menjadi pembeli lebih banyak lagi? (*/Akhlis)
Poskan Komentar