do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Sabtu, 28 September 2013

Menemukan Konsumen di Jejaring Sosial

Jejaring sosial bisa jadi sebuah alat pemasaran tanpa biaya yang paling efektif. Akan tetapi, kemudahan ini tidak datang begitu saja. Untuk bisa menjadikan jejaring sosial sebagai sebuah alat yang efektif dalam membantu berkembangnya usaha kita, diperlukan strategi yang efektif, waktu yang relatif lama, dan energi yang tidak sedikit.

Hal apa saja yang bisa Anda lakukan untuk bisa menjaring lebih banyak konsumen potensial di luar sana? Berikut paparan kiat dari Jeffrey Carr, seorang dosen marketing di New York University seperti dirangkum dari Entrepreneur.com, tentang bagaimana cara mendapatkan lebih banyak konsumen lewat jejaring sosial.

Kiat 1: Bersabar
Carr menggarisbawahi kenyataan bahwa masih banyak orang yang beropini bahwa membangun nama dan reputasi di jejaring sosial adalah perkara mudah dan bisa dilakukan dalam waktu singkat. Ini tidak sesederhana mengetikkan beberapa kata untuk update, lalu dengan sendirinya nama Anda akan dikenal banyak orang, dan menuai banyak pelanggan atau relasi baru.

Sebetulnya, lanjut Carr, diperlukan waktu yang relatif lama dan usaha yang berkelanjutan untuk bisa membangun kredibilitas di dunia maya. Dan Anda harus mendedikasikan waktu sedikit demi sedikit setiap hari untuk bisa muncul dan dikenal lebih banyak orang. Jika Anda menggunakan Twitter, maka Carr menyarankan untuk memiliki sebuah blog atau situs sebagai landing page. Landing page ini berfungsi sebagai rumah bagi semua aktivitas bisnis kita di dunia maya karena jejaring sosial biasanya memiliki keterbatasan untuk bisa memuat aktivitas kita. Lain lagi jika Anda fokus ke Facebook. Anda harus menentukan berapa banyak waktu dan frekuensi untuk bisa memutakhirkan status atau berinteraksi dengan para pengunjung laman Facebook Anda.

Kiat 2: Berikan manfaat

Dalam membangun nama dan kredibilitas di jejaring sosial untuk menjaring konsumen, diperlukan pula nilai/ manfaat yang bisa ditawarkan kepada pengunjung. Berikan konten gratis yang bermanfaat, yang berupa informasi atau pesan yang berguna bagi orang yang membaca. Baik di Twitter, Facebook, atau blog, Anda memberikan konten yang memiliki manfaat bagi para pengunjung situs yang membaca.

Isu berikutnya yang harus menjadi perhatian bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang ingin menggunakan jejaring sosial secara efektif ialah bagaimana bisa mengemas informasi yang bermanfaat tersebut dengan tampilan yang semenarik mungkin bagi pengunjung.

Kiat 3: Bersikap selektif

Dalam belantara jejaring sosial, sering orang mengalami disorientasi. Mereka kurang mengenali karakteristik dari setiap layanan jejaring sosial dan secara membabi buta membombardir dengan informasi yang sesungguhnya kurang bermanfaat bagi pengguna jejaring sosial tersebut. Kita bisa ambil contoh misalnya Facebook dan LinkedIn.

Keduanya, meski sama-sama layanan jejaring sosial, memiliki target audiens yang berbeda. Facebook lebih menyasar untuk kalangan muda yang suka berinteraksi, sementara LinkedIn lebih menjurus kepada kaum profesional yang ingin memperluas jaringan bisnis.

Menurut techcrunch.com, jejaring sosial juga mengenal dominasi di tiap teritori yang berbeda. Friendster masih mendominasi di wilayah Filipina. Orkut memiliki basis pengguna setia di India dan Brazil. Hi5.com populer di Amerika Latin, kecuali Brazil. Facebook mendominasi Australia, Indonesia, Amerika Utara (AS dan Kanada), sebagian Amerika Selatan. Sementara China menjadi pusat dominasi QQ. MySpace masih bercokol di AS. Pengguna internet di Korea Selatan menyukai jejaring sosial Cyworld. Di Asia Tengah, jumlah pengguna Maktoob sangat tinggi. Dan Jepang disesaki oleh pengguna Mixi. Untuk itulah, Anda harus pintar-pintar memilih, dan tidak sembarang menggunakan jejaring sosial tanpa mengetahui jejaring sosial mana yang menjadi sarang berkumpulnya para konsumen potensial Anda. (*/Akhlis)
Poskan Komentar