do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Jumat, 27 September 2013

Pebisnis Online Harus Paham Cara Transaksi

Menjadi pebisnis online sebenarnya memiliki banyak keuntungan. Tak heran bisnis online ini sangat diminati, terutama oleh orang Indonesia. Kemudahan yang diperoleh bagi pebisnis online ini juga ditambah dengan kemudahan aplikasi pembuatan website yang gratis, sehingga modal usaha tergolong kecil.

Sayangnya, banyak pebisnis online yang ternyata belum memahami pentingnya pemahaman tata cara pembayaran barang yang dijual. Seringkali mereka hanya bergantung pada beberapa pilihan transaksi pembayaran yang disediakan di marketplace tempatnya berjualan.

Ketika menjadi pebisnis online, sudah seharusnya Anda memahami tata cara transaksi yang harus dilakukan oleh pembeli. Ada beberapa alasan mengapa Anda harus mengetahui cara transaksi pembayaran barang, antara lain:

1. Andalah yang akan ditanya oleh pembeli

Ketika tertarik untuk membeli produk yang Anda tawarkan, Anda sebagai penjual yang akan ditanya oleh pembeli tentang cara transaksi pembayaran yang akan dilakukan. Pembeli akan mengajukan pertanyaan kepada Anda sebagai penjual, dan bukan pada "marketplace" tempat Anda membuka "lapak". Meskipun sudah banyak "marketplace" yang berintegrasi dengan beberapa bank nasional di Indonesia untuk transaksi pembayaran ini, pemahaman tentang cara pembayaran yang tepat sangat dibutuhkan oleh para penjual. Misalnya saja, penjual harus mengetahui metode pembayaran seperti sistem manual offline verification, atau automatic online verification, ataupun model Buy Now dengan mengandalkan status pesanan.

2. Penjual adalah orang yang akan dikomplain pembeli 

Jika Anda tidak mengetahui pentingnya cara pembayaran online untuk produk Anda, dan menyerahkan semua halnya kepada bank terkait tanpa mengontrol proses pembayaran. Maka ketika ada masalah tentang transaksi pembayaran yang tertunda dan berakibat pada keterlambatan datangnya produk ke tangan pembeli, maka otomatis Andalah yang akan dihubungi dan dikomplain oleh pembeli. Hal ini disebabkan karena, si pembeli hanya memiliki kontak dengan Anda saja, dan bukan dengan bank tempat transaksi.

3. Menghambat proses pembayaran

Beberapa "marketplace" memiliki sistem sendiri untuk urusan transaksi, sehingga meskipun mereka sudah terintegrasi dengan bank tertentu, belum tentu proses pembayarannya membutuhkan langkah yang sama. Seringkali ada langkah tertentu yang harus dilakukan pembeli, misalnya melakukan verifikasi manual setelah batal melakukan pembayaran yang akan menimbulkan kesalahpahaman atau kendala dalam pembayaran selanjutnya. Penjual yang tidak "kenal" dengan metode pembayaran "marketplace" akan memperlambat penyelesaian ketika ada pembeli yang menemui kendala dalam proses transaksi.

4. Tidak semua penjual adalah pembeli

Sebaiknya jangan menyamaratakan pengetahuan semua orang tentang tata cara bertransaksi online, karena tidak semua penjual adalah pembeli. Jika semua pembeli adalah penjual online, mungkin saja mereka sudah mengetahui tata cara pembayaran produk. Namun sayangnya di dunia online shopping tidak semua penjual adalah pembeli yang tahu proses pembayaran, dan mungkin saja pembeli ini tidak mengerti proses pembayaran.

5. Meningkatkan kepercayaan pembeli

Dengan memahami proses pembayaran secara online, maka kredibilitas Anda sebagai seorang penjual akan terjamin. Selain itu, jika Anda menguasai pembayaran, pembeli akan lebih yakin bahwa Anda benar-benar serius untuk berjualan. (*/Kompas.com)
Posting Komentar