do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Jumat, 27 September 2013

Cara Cegah Email Spam di Inbox Anda

Siapa saja yang membuka email spam? Bisa jadi semua orang pernah melakukannya meski mereka mengetahui secara teoretis bahwa hal ini akan membahayakan keamanan mereka saat berada di dunia maya. Namun, bahkan di AS pun yang tergolong negara maju, sebanyak 52% para pengguna Internet yang alamat emailnya tidak dikelola oleh departemen TI perusahaan tertentu menyatakan dirinya pernah membuka email spam, menurut sebuah studi oleh Messaging Anti-Abuse Working Group yang dilansir oleh laman ArsTechnica.com.

Mengapa sampai persentasenya setinggi itu? Sebanyak 17% pemilik email mengatakan mereka membuka spam secara tak sengaja, 13% mengatakan mereka tidak mengetahui mengapa melakukannya, 12% tertarik pada produk atau jasa yang ditawarkan dan 6% ingin melihat apa yang akan terjadi setelah membukanya.

Jika Anda sudah muak menerima email spam di kotak masuk email Anda, saatnya bertindak nyata dengan melakukan langkah-langkah berikut ini. Sebelumnya, Anda perlu melakukan langkah pencegahan seperti membuat alamat email yang sekali pakai (disposable addresses). Jangan mengumbar alamat email utama Anda ke berbagai laman web. Gunakan alamat email yang sekunder karena begitu alamat email Anda berada di tangan spammer, kotak masuk Anda tidak diragukan lagi akan selalu penuh pesan masuk yang tak dikenal setiap hari.

Langkah lain ialah dengan waspada saat harus memasukkan alamat email Anda di sebuah laman web. Pastikan Anda tidak memberikan alamat email yang utama di sembarang situs, yang belum kita ketahui kredibilitasnya.

Langkah berikutnya ialah dengan menyembunyikan alamat email Anda dalam kelompok berita, forum, komentar blog dan chat. Spammer menggunakan program khusus yang mengekstrak alamat email dari berbagai situs dan unggahan pengguna Internet. Untuk menghindari alamat email jatuh ke tangan spammer, sembunyikan alamat email Anda.

Langkah selanjutnya yakni menggunakan alamat email disposable (sekali pakai) di website Anda. Dan jika Anda memiliki domain sendiri, pasang sebuah alamat pembuangan spam agar tidak direpotkan email spam lagi. (*Akhlis)

Tidak ada komentar: