do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Kamis, 31 Oktober 2013

Jangan Terlalu Lama Jadi Karyawan Jika Anda Ingin Berbisnis

Anda pasti sudah seringkali mendengar bahwa jangan terlalu lama menjadi karyawan di sebuah perusahaan, terutama bagi Anda yang ingin jadi pengusaha. Setelah merasa cukup dari segi pengalamanan dan kemampuan, Anda bisa keluar dari pekerjaan untuk membuka sebuah usaha baru. Kalau Anda sampai sekarang masih jadi karyawan karena belum berani keluar dari pekerjaan ataupun memulai bisnis, maka Anda harus meluangkan waktu sejenak untuk membaca tips dan saran dari Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan di bawah ini.
Menurut Dahlan Iskan, saat memulai usaha, pengusaha harus melakukannya dengan total.
"Menjadi karyawan baik, sudah cukup menekuni, sebaiknya tidak lama-lama kemudian pindah jadi pengusaha," tutur Dahlan dalam sebuah acara talk show tentang Wirausaha di Jakarta, pekan lalu.
Hal senada juga bisa ditempuh bagi para karyawan yang orang tuanya memiliki usaha, setelah cukup menjadi karyawan bisa meneruskan usaha orang tua atau membangun bisnis baru.
Dahlan menuturkan dengan melanjutkan usaha orang tua, diharapkan usahanya bisa lebih besar. Ia mengembalikan keputusan tersebut kepada masing-masing individu yang bersangkutan.
Dahlan Iskan memang kerapkali membagi pengalamannya dengan beberapa orang terpilih dalam acara bertema wirausaha di berbagai di Jakarta. Peserta dapat berinteraksi, bertanya dan berdiskusi secara langsung mengenai kiat sukses, prospek bisnis dan peluang usaha terkini.
Agama pengusaha itu uang
"Pengusaha itu agamanya uang!," tutur Dahlan, saat menjawab pertanyaan dari peserta soal bagaimana membangun sebuah kiat yang kuat untuk mulai berbisnis.
Dahlan mengatakan, seorang pengusaha pemula sebaiknya berpikir fokus pada bagaimana membesarkan usahanya sendiri. Setelah besar dan usahanya sangat kuat, baru seorang pengusaha boleh berpikir yang lebih luas untuk kepentingan masyarakat.
"Memikirkan diri sendiri saja dahulu nanti kalau jadi pengusaha besar anda bisa pikirkan daerah kecil (kembangkan usaha di daerah),"
cetusnya. (bn)
Poskan Komentar