do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Kamis, 31 Oktober 2013

Mengapa Karyawan Perlu Dimintai Pendapat dalam Business Plan

Tak banyak pebisnis yang menyadari sekarang ini bahwa keterlibatan karyawan mereka dalam menentukan arah gerak perusahaan juga sama pentingnya dengan opini mereka. Mereka perlu menyadari bahwa duduk dan menulis business plan sendiri tidaklah cukup. Mereka juga harus mulai mengikutsertakan para pegawai.
Mengapa hal ini harus dilakukan? Sebuah penelitian dari Harvard Business School dan the Balanced Scorcard Collaborative yang kini menjadi bagian dari The Palladium Group yang berpusat di Boston, menemukan bahwa terdapat 95% dari tenaga kerja (pegawai) tidak memiliki pengetahuan yang memadai mengenai strategi perusahaan yang menjadi tempat mereka bekerja dan mengabdi. Jika demikian yang terjadi, kemungkinan besar mereka bekerja tanpa banyak kesadaran bahwa mereka harus mengingat satu strategi bersama yang penting artinya. Dengan memberikan pengetahuan tentang strategi korporat yang diterapkan, peningkatan dan keselarasan tujuan akan lebih baik.
Berikut merupakan 4 langkah untuk mengikutsertakan para pegawai dalam proses perencanaan bisnis perusahaan Anda:
  1. Minta masukan mereka: Minta setiap pegawai untuk menemukan 3 hal yang mereka anggap paling baik bekerja dan 3 hal lain yang paling memerlukan perbaikan dalam perusahaan. Ketahui apa saja yang kurang berguna bagi perusahaan dan apa saja yang bisa dilakukan untuk menyempurnakanannya.
  2. Miliki tujuan bisnis : Suruhlah agar pegawai Anda memiliki tujuan spesifik untuk setiap area fungsional bisnis Anda yang di dalamnya mereka terlibat. Misalnya, dalam area marketing , apakah mereka memiliki tujuan spesifik untuk jumlah leads yang dihasilkan selama satu tahun? Apakah staf manufaktur memiliki tujuan dalam hal jumlah produk yang dihasilkan?
  3. Miliki rencana berdasarkan ide-ide mereka: Kembangkan rencana bisnis dengan menggunakan masukan pegawai Anda, Setelah selesai, suruhlah pegawai membaca rencana bisnis itu. Setelah selesai, pastikan mereka memahami dan sepakat dengan strategi Anda. Bersikaplah terbuka jika mereka kurang sepakat.
  4. Temui dan perbarui tujuan bulanan Anda: Tujuan tahunan mustahil diraih kecuali diuraikan dalam tujuan-tujuan yang lebih kecil. Misalnya, tujuan tahunan untuk mendapatkan 1200 pelanggan baru terasa berat tetapi saat Anda memecahnya menjadi 100 pelanggan baru per bulan atau 25 pelanggan baru per minggu, akan terasa lebih realistis dan ringan.
Tetapkan tujuan dengan tim bisnis Anda setiap bulan sehingga saat sudah tercapai, perusahaan tetap berada di jalurnya untuk meraih tujuan tahunan. Jika diperlukan, revisilah tujuan tahunan untuk lebih tinggi atau lebih rendah berdasarkan pada hasil bulananan.
Perusahaan besar memiliki pemimpin yang melibatkan pegawai-pegawainya dalam mengembangkan strategi, rencana dan tujuan mereka. Lakukan ini dan usaha Anda akan berkembang lebih baik. (*Akhlis)
Poskan Komentar