do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Kamis, 31 Oktober 2013

Sebagai Wirausaha, Apakah Anda Sudah Menggunakan Insting?

Sebagai seorang pemimpin bisnis, anda harus secara konstan menghasilkan ide-ide baru karena anda menciptakan sebuah visi di masa depan sebuah keadaan yang belum ada saat ini, dan sumber dari visi tersebut adalah insting kita.
Insting adalah suatu keadaan dalam diri kita yang tidak kita sadari secara langsung, yang pada umumnya didasari oleh perasaan yang secara khusus ditujukan untuk hal-hal yang belum bisa kita lihat di depan. Insting membantu kita untuk menaruh modal pada kesempatan yang terbuka dan juga membuat kita untuk tetap mengambil resiko yang bagi kebanyakan orang tidak berani mengambilnya.
Anda bisa disebut gila oleh orang-orang sekitar karena mempercayai insting anda, tetapi walaupun begitu, kita manusia tidak bisa mengabaikan insting dan akan berusaha untuk mencapai keadaan yang belum ada itu, entah sukses ataupun tidak.
Berikut adalah 5 tips untuk belajar mempercayai insting untuk membangun bisnis yang sukses:
  1. Ikuti minat anda. Ketika kita tidak bisa mengeluarkan ide dari pikiran, ada suatu perasaan yang menggangu anda, dan kadang mungkin sampai mengganggu tidur malam anda karena anda merasa harus melakukannya. Maka besar kemungkinan bahwa itu adalah sesuatu yang harus anda lakukan.
    Insting akan memberikan energi pada keinginan dan etika kerja anda, bisa dikatakan bahwa insting sebenarnya adalah hasrat yang disamarkan sebagai ide. Yakini bahwa ketika kita bekerja berdasarkan ide yang didorong oleh hasrat (insting) maka sangat besar kemungkinan bahwa yang anda kerjakan adalah benar dan pasti sukses.
  2. Komitmen secara penuh. Setiap insting yang baik haruslah didukung oleh dedikasi untuk mengerjakannya, jangan ada ketakutan, karena ketakutan akan membuat keraguan dalam diri anda dan itu akan membuat anda tidak memberikan 100% pada komitmen anda.
  3. Benamkan diri anda di dalam dunia yang dibangun dengan ide anda. Kita tidak dilahirkan dengan insting bisnis, namun kita belajar untuk mengasah insting bisnis sejalan dengan waktu.
    Ketika kita melibatkan diri kita sepenuhnya pada suatu hal, apakah itu pokok pikiran atau suatu kelompok yang anda ada dalamnya, maka pikiran kita akan mengekstrak seluruh pengetahuan yang melingkupi pokok pikiran atau kelompok tersebut dan insting kita akan langsung mempunyai informasi tentang pilihan-pilihan yang ada.
  4. Hiraukan peraturan yang ada. Hiraukan bukan berarti melanggar peraturan yang sudah ada, maksud dari tips ini adalah kita harus mempunyai kesadaran bahwa peraturan atau dalam hal ini keadaan tata cara, prinsip-prinsip yang ada sekarang adalah dibuat oleh orang-orang dengan insting yang sudah lima tahun atau mungkin puluhan tahun lalu. Pemimpin bisnis masa sekarang adalah yang akan menge-set peraturan baru dan mengantisipasi masalah di depan, gunakan trend yang ada sekarang untuk mengasah insting anda. Buatlah peraturan anda sendiri.
  5. Ijinkan ide anda untuk berubah. Ketika kita bertindak berdasarkan insting, kita harus fleksibel untuk pelaksanaannya, perlu diingat bahwa apa yang kita mulai dari awal pastilah akan berubah banyak dalam segala hal, karena ide berkembang seiring dengan bertumbuhnya bisnis anda, ada penyesuaian dan penyempurnaan, perhatikan bagaimana orang-orang (customer, rekan kerja, dll) merespon dan memodifikasinya. Insting adalah hasrat yang disamarkan oleh ide, ide dapat berubah tapi tetap pertahankan hasratnya.
Kebanyakan orang sulit untuk mempercayai insting mereka, kebimbangan melangkah dan takut gagal adalah hambatan terbesar. Oleh karena itu, berikan kebebasan pada diri anda untuk beradaptasi dan ikuti tips-tips diatas maka kesuksesan akan menghampiri anda! (bn/warta wirausaha)
Posting Komentar