do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Kamis, 31 Oktober 2013

Mengatasi Rasa Takut Gagal

Ingin berbisnis tapi takut gagal. Ketakutan itu menghantui semua orang yang ingin berbisnis. Takut bangkrut. Takut malu. Ya, banyak ketakutan yang membayangi setiap orang. Tentunya, Anda tak ingin dihantui ketakutan tersebut bukan? Berikut ini kami sampaikan tips untuk mengatasi hambatan tersebut:

1.  Sadari bahwa semua orang memiliki ketakutan ituKetahuilah bahwa seseorang pasti memiliki ketakutan. Bahkan seorang yang sangat pemberani pun setidaknya punya satu hal di dunia ini yang ia takuti.

Dalam hubungannya dengan dunia entrepreneurship, seseorang pastinya memiliki ketakutannya sendiri-sendiri saat harus memulai menjalankan bisnis barunya. Tidak peduli siapa pun, apakah Anda calon entrepreneur dengan pengalaman nol, entrepreneur yang telah berpengalaman, atau bahkan entrepreneur kawakan sekalipun, ketakutan itu akan selalu hadir. Perbedaannya ialah pada bagaimana seseorang menyikapi ketakutan tersebut dan kematangan pribadi seseorang sangat menentukan kualitas sikap yang ditunjukkan saat harus menaklukkan ketakutan memulai usaha baru tersebut.

Dan satu hal yang perlu kita camkan adalah seseorang yang berani dalam melakukan sesuatu hal tidak berarti ia berani dalam semua hal. Orang lain bisa saja ketakutan dengan satu hal, tetapi Anda tidak. Di sisi lain, orang lain bisa bersikap biasa-biasa saja, sementara Anda sangat ketakutan. Intinya, ketakutan untuk memulai usaha itu lumrah adanya, Anda bukan satu-satunya orang yang mengalaminya. Sikapilah dengan sewajarnya dan cobalah berinteraksi dengan banyak orang yang juga hendak memulai usaha sehingga perasaan ketakutan itu luntur dengan sendirinya. Kadang dengan berkomunikasi dengan orang lain mata kita lebih terbuka untuk melihat kelebihan kita (biasanya ketakutan muncul akibat terlalu berfokus pada kelemahan-kelemahan yang dimiliki) dan mengetahui bahwa ada banyak orang yang memiliki kelemahan lebih banyak dari kita, tetapi toh mereka terus melaju.

Cobalah juga untuk menemukan seseorang yang bisa diajak bicara dan berbagi mengenai ketakutan yang Anda rasakan saat memulai bisnis. Akan lebih baik jika orang tersebut juga memiliki kunci untuk membebaskan Anda dari ketakutan tersebut.

2. Atasi ketakutan secara bertahap

Seperti saat Anda belajar naik sepeda saat masih kecil, Anda tidak harus bisa mengayuh di jalan raya yang ramai langsung saat hari pertama belajar. Lakukan secara bertahap dengan melakukan sedikit kayuhan di sebuah tanah lapang yang sepi, atau dibantu dengan roda agar tidak jatuh, kemudian roda tersebut dilepas dan mulai biasakan mengayuh tanpa roda bantuan.

Tidak perlu memaksakan diri membuat sebuah target menaklukkan ketakutan dalam waktu singkat, tetapi lebih berfokus pada peningkatan keberanian secara perlahan setiap hari.

Tulislah semua hal yang Anda takuti, beberapa jenis ketakutan yang Anda ingin taklukkan, dan buatlah sebuah daftar berisi tiga langkah singkat yang Anda pikir bisa dilakukan untuk mulai menngenyahkan ketakutan tersebut. Pilih satu dan lakukan hari ini juga.

3. Anggap ketakutan sebagai peluang untuk berkembang

Ketakutan selalu membatasi seseorang untuk bisa menikmati kehidupan. Dengan ketakutan seseorang dalam memulai usaha, akan lebih sulit baginya untuk memperbaiki kualitas kehidupannya. Jika Anda mampu melihat apa yang Anda bisa capai setelah menjinakkan ketakutan itu, mungkin Anda bisa melihat sebuah dunia yang patut dipertimbangkan untuk Anda masuki.

Buat sebuah daftar tentang pro dan kontra usaha menangani hal-hal yang Anda takuti:

* Keuntungan potensial apakah yang dapat diperoleh dari pengendalian ketakutan ini?
* Bagaimana kehidupan Anda bisa lebih baik jika Anda sanggup mengendalikannya?
* Hal apa saja yang Anda bisa lakukan dengan bebas tapi belum bisa lakukan sekarang ini karena ketakutan tersebut?
* Apa saja yang harus Anda korbankan untuk mengendalikan ketakutan itu?

Bagi Anda yang ingin memulai berbisnis tetapi masih takut, cobalah memandang ketakutan itu sebagai sebuah peluang untuk tumbuh dan berkembang, bukan hanya dalam hal keuangan, tetapi juga secara pribadi. Untuk menjadi entrepreneur hebat, diperlukan sekali ketangguhan pribadi.

Tulis satu atau dua buah paragraf tentang bagaimana kehidupan Anda akan menjadi berbeda saat Anda mengatasi ketakutan yang telah mengurung Anda sejak lama dan bagaimana kita bisa mengambil risiko dan kemudian menikmati keuntungan potensial yang ada.

4. Hati-hati mengenai bagaimana Anda berpikir tentang ketakutan

Kadang kita sangat takut terhadap apa yang kita bayangkan mengenai hal-hal yang bisa terjadi jika kita meninggalkan zona nyaman kita. Terlalu mudah untuk meyakinkan diri sendiri bahwa alasan Anda untuk takut itu sepenuhnya benar. Seseorang yang bijak mengatakan, Yang paling penting ialah bagaimana kita berbicara pada diri kita sendiri mengenai apa yang terjadi pada kita, bukan hal apa yang terjadi pada kita. Kita bisa membayangkan semua jenis hal negatif saat kita merenungkan hal yang kita takuti seperti memulai usaha. Kita takut rugi, kita takut diolok-olok jika tidak kunjung mencetak untung, kita takut berutang banyak dan tidak bisa melunasi pada akhirnya. Namun hal ini tidak akan membuat ketakutan itu menjadi nyata. Sangatlah wajar untuk merasa takut terhadap apa yang belum kita ketahui.

Untuk mengatasinya, kita bisa memilih secara sadar untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan terbaik. Caranya? Buat sebuah daftar yang memuat tentang semua kemungkinan terbaik dan terburuk dalam memulai suatu bisnis yang terlintas dalam benak Anda. Setelah selesai, baca dan renungkan. Apakah Anda akhirnya mengerti mengapa sebagian besar ketakutan itu sebetulnya tidak masuk akal dan terlalu dibuat-buat?

5. Kegagalan bukan akhir dari segalanya

Bisa jadi Anda berpikir bahwa langit runtuh begitu bisnis Anda nanti gulung tikar atau merugi. Beberapa kegagalan bisa membahayakan dalam tingkatan tertentu tetapi sering kali kegagalan malah membuat kita lebih kuat, lebih matang dan lebih berpengalaman dari sebelumnya.

Jika Anda memiliki sebuah ide bisnis yang brilian tetapi Anda tidak mencoba mewujudkannya, sama saja Anda memberikan peluang emas itu pada orang lain. Hal ini menimpa Sir Humphrey Davy yang tidak mengembangkan idenya untuk melanjutkan penelitian untuk membuat bohlam listrik di tahun 1802 karena terkendala oleh harga logam platina yang amat mahal saat itu. Beberapa dekade kemudian di tahun 1878, Thomas Edison merealisasikan ide itu menjadi bohlam listrik pertama. Hingga kini kita mengenal Thomas Edison sebagai penemu bohlam, bukan Sir Humphrey Davy meskipun Davy yang memiliki ide itu pertama kali. (*/Akhlis)
Poskan Komentar