do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Rabu, 30 Oktober 2013

Menghitung Biaya Memulai Bisnis

Salah satu alasan memiliki rencana bisnis adalah merupakan langkah pertama yang baik untuk memulai bisnis dengan menjawab pertanyaan fundamental dan kritis mengenai berapa banyak uang yang diperlukan untuk memulai usaha. Kita sering mendengar banyak pebisnis pemula yang bisnisnya mulai kuat tetapi gagal karena kehabisan sumber dana. 

Tentunya, hal ini tidak perlu terjadi bila Anda sudah merencanakan pendanaan dengan matang.  Intinya adalah, Anda harus memiliki ide cerdas tentang biaya memulai bisnis untuk mendapatkan keuntungan bisnis yang lebih baik daripada tidak memiliki rencana sama sekali. Selain itu, Anda juga siap menghadapi lebih banyak kejutan tak terduga. Kuncinya adalah dengan melihat pengeluaran bisnis Anda sebagai komponen individu. Anda dapat menghitung biaya mulai dengan membuat tiga daftar sederhana.

Daftar belanja aset 

Aset bisnis Anda adalah hal yang perlu Anda gunakan dalam bisnis untuk jangka panjang. Misalnya, jika Anda memulai bisnis ritel, rak, meja, kasir dan sebagainya merupakan aset Anda. 

Daftar pengeluaran biaya 

Tidak semua yang Anda beli adalah sebuah aset. Sebagai contoh, biaya uang untuk mendirikan sebuah perusahaan yang berbadan hukum. Uang yang Anda keluarkan untuk membangun website, biaya memperbaiki kantor, dan gaji karyawan ialah contoh biaya.

Tentukan berapa banyak uang yang akan Anda butuhkan untuk memulai. Bagian akhir dari teka-teki adalah mengetahui berapa banyak uang tunai yang harus Anda harus dimiliki di bank untuk bulan-bulan awal ketika memulai bisnis yang tidak menghasilkan penjualan yang cukup untuk menutup biaya-biaya tersebut.

Ada sejumlah teori tentang cara untuk melakukan ini. Beberapa orang mengatakan Anda membutuhkan cukup uang untuk menutupi enam bulan biaya. Yang lain mengatakan satu tahun. Tentunya, hal ini cukup pelik. Saran kami, Anda memperkirakan biaya untuk satu tahun agar lebih fleksibel. 

Daftar penjualan

Jumlahkan biaya pengeluaran dengan penjualan Anda setiap bulan. Kurangi biaya dan pengeluaran dengan penjualan dan hasilnya harus menunjukkan kepada Anda apakah Anda kekurangan uang atau tidak. Anda harus mencatat dalam beberapa bulan untuk menghitung kapan uang Anda berkurang atau mulai bertambah. Itulah mengapa Anda membutuhkan uang tunai yang cukup saat memulai bisnis. (*/AS)
Posting Komentar