do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Selasa, 29 Oktober 2013

Pengusaha Itu Harus Mampu Memanfaatkan Momentum

Dalam beberapa kali diskusi dengan tokoh-tokoh pengusaha, baik yang sudah mapan, ataupun yang sedang memulai, ternyata ada sebuah perbedaan yang sangat mencolok dari mereka yang sudah sukses dan belum. Yang sudah sukses, kebanyakan sangat responsif dengan kalender. Lo, kok? Apa hubungannya?
Ya, ternyata, mereka yang sukses itu sangat memperhatikan momen-momen istimewa dalam kalender. Bagi pengusaha makanan misalnya, mereka sangat sensitif kalau sudah mendekati bulan puasa pada September nanti. Bahkan, ada pula yang sudah menyiapkan jauh-jauh hari agar bisa memaksimalkan bulan suci umat Islam itu. Ada yang sudah bersiap untuk menggelar menu khusus untuk sahur dan buka. Yang punya bisnis katering kantoran, malah ada yang sudah menyiapkan diri untuk membuat menu buka puasa khusus orang kantoran. Lebih heboh lagi, ada satu rekan saya yang sudah berburu resep kue alternatif untuk dijual menjelang hari Lebaran. Sebab, katanya, dari dulu sampai sekarang, menu kue kering pas Lebaran itu-itu saja. Kalau mau laris, perlu inovasi yang lain, katanya.
Itu baru menjelang bulan puasa yang masih sekitar sebulan lagi. Nah, ada lagi yang sangat sensitif di bulan ini, yakni bulan Agustus. Karena, pada bulan inilah kita merayakan hari kemerdekaan bangsa. Pengusaha sablon saat ini ramai-ramai membuat banyak bendera dan kaos-kaos pesanan kantoran yang biasanya mengadakan lomba tujuh belasan. Ada juga bahkan yang punya bisnis EO (Event Organizer), sudah sibuk menyiapkan proposal acara kegiatan tujuhbelasan ini, jauh hari sebelumnya, bahkan dari sejak bulan Februari!
Memang, momentum-momentum semacam hari raya keagamaan hingga ulang tahun kemerdekaan adalah masa panen bagi pengusaha yang tahu peluang. Mereka sangat responsif dalam melihat kalender yang sedang berjalan. Setiap ada event yang bisa untuk berjualan produk karya mereka, akan berusaha dimaksimalkan. Inilah salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dan diwaspadai para pengusaha.
Mengapa? Selain terbukanya banyak peluang yang menguntungkan, masa semacam ini banyak pula menghadirkan saingan. Coba tengok waktu Lebaran, berapa banyak pengusaha parsel dadakan yang muncul menggelar dagangan. Berapa banyak pula penjual aneka ragam hiasan kemerdekaan sewaktu bulan Agustus datang. Tak salah memang, jika kita mau ikut mencari celah menguntungkan di tengah persaingan tersebut. Namun, alangkah baiknya juga jika kita bisa lebih responsif bukan hanya pada hal yang bersifat musiman saja. Namun, perlu juga kita mencoba lebih respon pada tanggal-tanggal yang di luar bulan musiman itu. Caranya? Berikut adalah beberapa tips praktis yang saya rangkum dari perbincangan dengan beberapa pengusaha:
1. Tanyakan kerabat, momen apa yang paling dekat dengan mereka
Banyak sekali sebenarnya momen-momen yang bisa dijadikan peluang bisnis. Ulang tahun adalah salah satunya. Pernikahan juga menjadi peluang yang lainnya. Dengan rajin bertanya, pada kerabat, network kita, atau relasi di mana pun dan kapan pun, kita akan makin banyak tahu momen apa saja yang bisa kita oleh untuk dijadikan peluang bisnis.
2. Buat catatan singkat yang bisa dijadikan agenda tahunan
Jika sudah mendapat informasinya, segera catat dalam buku agenda Anda. Jangan lupakan momen-momen itu. Kalau perlu buat catatan pengingat agar bisa selalu update dengan momen tersebut. Dengan begitu, Anda pun bisa bersiap jauh-jauh hari sebelumnya agar bisa memberikan layanan lebih maksimal pada calon pelanggan Anda.
3. Fokuskan pada layanan tertentu
Kalau Anda sudah memutuskan bisnis tertentu, tawarkan bisnis itu saja pada calon pelanggan Anda. Jangan tergoda untuk menerjuni bisnis lain yang kelihatan lebih menguntungkan pada masa tertentu. Mengapa? Sebab, dengan Anda fokus pada salah satu bisnis, misalnya parsel bunga, maka orang akan selalu mengingat layanan Anda pada momen yang penting baginya. Tentu, bukan tidak menihilkan kemungkinan Anda menekuni bisnis lain. Tapi, setidaknya perlu ada satu usaha yang bisa Anda jadikan branding dahulu sehingga Anda akan lebih mudah dikenal orang saat membutuhkan jasa atau bisnis Anda.
Ketiga tips tersebut tak akan jadi maksimal jika tidak ada tindakan nyata. Sekali lagi, jika ada momentum, bukan rencana saja yang perlu Anda tentukan, namun jauh lebih penting segera bertindak, sebelum momentum itu terlewat. (bn)
Posting Komentar