do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Selasa, 29 Oktober 2013

10 Macam Kesalahan Proyeksi Keuangan

Berikut adalah 10 kesalahan yang paling lazim ditemui dalam proyeksi keuangan yang semua entrepreneur perlu ketahui. Dengan mengetahuinya, diharapkan Anda dapat menghindarinya saat membuat proyeksi keuangan.
  1. Gambaran besar dan kesalahan dalam penentuan cakupan: Model keuangan Anda harus didesain sedemikian rupa sehingga tingkatan detilnya sesuai dengan audiens (pembaca) dan hasil yang dikehendaki. Tingkatan detil yang diperlukan Chief Financial Officer untuk meramalkan arus kas mingguan untuk kuartal berikutnya memiliki banyak perbedaan dari tingkatan detil yang diperlukan oleh seseorang untuk pertemuan pertama dengan investor potensial.
  2. Kesalahan model bisnis: Sebagian besar model bisnis relatif sederhana namun model bisnis lain bisa sangat rumit karena memuat sejumlah gabungan dari biaya iklan, biaya langganan, biaya lisensi, dan pembagian pemasukan mitra. Di samping itu, praktik industri berubah setiap waktu. Jika Anda membuat prediksi pemasukan untuk aplikasi mobile berdasarkan pada model bisnis yang sudah lazim beberapa tahun lalu misalnya, mungkin Anda melewatkan banyak hal sekarang.
  3. Kesalahan asumsi: Asumsi merupakan input menjadi sebuah model dan apa yang Anda tunjukkan pada audiens merupakan output. Dengan demikian, model bisnis ini hanya akan sebagus inputnya. Sebagian asumsi, seperti asumsi yang berhubungan dengan penentuan harga produk atau adopsi pelanggan dan tingkat pertumbuhan, mungkin memiliki dampak yang besar terhadap prediksi pemasukan keseluruhan Anda. Dan asumsi pengeluaran yang buruk akan keliru menerangkan tentanga profitabilitas. Kita semua tahu bahwa tak seorang pun bisa memprediksi masa depan, namun Anda masih akan bisa melakukan banyak hal untuk mengantisdipasi asumsi yang masuk akal itu. Jangan mencoba untuk konservatif atau agresif.
  4. Kesalahan pemeriksaan realitas: Sangat sedikit perusahaan yang telah mencapai miliaran dollar dalam hal pemasukan selama 5 tahun memulai. Tak seorang pun akan yakin jika Anda mengklaim bahwa perusahaan Anda akan menjadi Google yang berikutnya. Selain itu, tolok ukur benchmark dalam prediksi Ada yang berlawanan dengan aturan industri. Jika Anda memproyeksikan pemasukan per karyawan pada kisaran X dan aturan industri Anda setengah dari X, audiens Anda mungkin tidak akan percaya.
  5. Kesalahan keuangan: Sejumlah hal sangat sukar diketahui secara akurat jika Anda membangun model bisnis dengan menggunakan spreadsheet. Misalnya, secara akurat menerangkan tentang utang yang buruk dan keuntungan, dan pengeluarn serta pemasukan dari bunga cukup membuat pusing, Seringkali sesuatu bahkan lebih sederhana dan penting tetapi terlupakan , misalnya jurnal keuangan yang timpang (atau jika seimbang, hanya karena biasanya dalam uang tunai atau pemasukan yang sudah ada digunakan sebagai penyumbat untuk membuatnya seimbang). Anda membutuhkan penguasaan yang baik mengenai akunting agar mengerjakannya dengan benar.
  6. Kesalahan struktural: Sebuah perusahaan pada intinya ialah sebuah gabungan hubungan sebab dan akibat. Setiap rupiah yang masuk dalam perusahaan dipicu oleh peristiwa yang menjadi penyebab, seperti upaya penjual atau dampak kampanye marketing. Tingkatana aset dan kewajiban (utang) merupakan konsekuensi dari operasional sebelumnya, investasi yang telah dilakukan dan kegiatan keuangan. Saat hubungan struktural ini tidak disusun dengan baik, proyeksi dengan cepat menjadi suatu kumpulan yang tak bermakna dari prakiraan terpisah.
  7. Kesalahan komputasi: Ini merupakan kesalahan formula. Kadang kesalahan ini mudah ditemukan dan diperbaiki, namun kadang kesalahan ini juga susah ditemukan. Makin baik model bisnis Anda, makin kecil kemungkinan membuat kesalahan ini.
  8. Kesalahan penghapusan: Menjalankan bisnis itu rumit dan sering entrepreneur lupa dengan hal-hal penting saat menyusun modelnya. Kadang sifatnya sederhana, seperti lupa memasukkan biaya perjalanan atau perlengkapan atau sesuatu yang relatif kecil dan sepele, Di lain kasus, konsekuensinya lebih besar. Misalnya, sejumlah entrepreneur memproyeksikan dengan cepat pemasukan yang sedag bertumbuh namun mengabaikan sebagian besar upaya marketing (dan pengeluarannya) yang penting untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis.
  9. Kesalahan presentasi: Model keuangan harus mudah dipahami dan bermanfaat untuk audiens yang menjadi sasaran mereka. Jika mereka harus menghabiskan banyak waktu mencermati dan memperbaiki model keuangan yang kacau balau untuk emncoba menemukan pesan utamanya, Anda gagal. Usahakan untuk tetap rapi dan gunakan label deskripsi, nama variabel, kode warna, bagian kepala tabel, dan petunjuk semantik dan visual untuk membantu pengguna berfokus pada bisnis, daripada model bisnisnya.
  10. Kesalahan ekspektasi: Manfaat uatama dari mdoel keuangan ialah membantu Anda dan audiens Anda untuk berfokus pada asumsi yang benar dan hubungan struktural. Inilah alat untuk mendapatkan pemahaman bagaimana hubungan satu unsur dengan yang lain. Pastikan Anda dan audiens Anda memahami tujuan dan keterbatasan model bisnis Anda.(*AP)
Posting Komentar