do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Selasa, 01 Oktober 2013

Entrepreneur Harus Kuasai 8 Aspek Ini

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi orang yang sukses dan mampu membahagiakan orang tua. Kebanyakan orang tua menganggap anak masih terlalu kecil untuk memahami sulitnya mencari uang padahal sebenarnya jiwa bisnis dapat anda tanamkan kepada si kecil sejak dini. Namun, kebanyakan orang tua mengalami kebingungan untuk menumbuhkan dan mengembangkan jiwa bisnis pada anak karena mereka masih terlalu kecil dan suka bermain. Nah, kali ini akan dibahas mengenai bagaimana cara mengembangkan jiwa bisnis kepada anak, seperti dikutip dari wartawirausaha.net :
1. Ajarkan Marketing
Marketing sangat penting dalam dunia bisnis karena tanpa marketing yang baik usaha yang kita jalani tidak akan dikenal orang dan dapat mengalami kegagalan. Untuk mengajarkan marketing anda dapat mengajak anak anda melihat poster atau papan iklan dari perusahaan yang berbeda namun kedua perusahaan ini menjual produk yang sama. Tanyakanlah mana iklan yang lebih bagus dan tanyakan alasannya mengapa. Anda akan sangat terkejut mendengar jawaban mereka yang kadang tidak terduga.
2. Ajarkan tentang Kegagalan
Suatu usaha tidak selalu berhasil. Ada kalanya suatu usaha berakhir dengan kegagalan. Kegagalan hendaknya dihadapi dengan lapang dada serta menjadikannya sebagai motivasi untuk perubahan yang lebih baik lagi. Jika anak mengalami kegagalan, berilah ia motivasi agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ajarkan mereka untuk belajar dari kesalahan.
3. Ajarkan bagaimana Berkomunikasi dan Bernegosiasi
Karena kemajuan jaman, anak-anak jaman sekarang cenderung malu untuk berkomunikasi secara langsung karena mereka mungkin lebih terbiasa berkomunikasi melalui media sosial, padahal dalam suatu bisnis komunikasi dan negosiasi merupakan salah satu hal yang penting. Cara yang paling efektif untuk mengajarkan anak adalah bermain. Permainan pembeli dan penjual dimana anda dapat menempatkan diri sebagai penjual dan minta ia berperan sebagai pembeli. Melalui cara ini anda dapat mencontohkan cara untuk menghadapi pembeli dan bernegosiasi. Bagaimana menghadapi sebuah complain atau protes dari pembeli yang merasa kurang puas. Kemudian, tukarlah peran tersebut. Anda sebagai pembeli dan anak sebagai penjual. Lihatlah apakah ia sudah dapat melayani pembeli dengan baik.
4. Ajarkan untuk Berbagi
Betapa bahagianya apabila kita bisa bermanfaat bagi orang lain. Melalui kesuksesan yang kita dapat, adalah sebuah kewajiban untuk menyisihkan sebagian rejeki yang kita dapat untuk bersedekah. Bersedekah dapat menjauhkan anak dari sifat serakah dan egois. Ajarkan untuk mau membagi kue atau makanan kepada teman bermainnya. Ajarkan mereka untuk menyisihkan sebagian uang saku yang di dapat dengan memasukkan sebagian uang tersebut ke dalam kotak amal.
5. Ajarkan Kepemimpinan
Untuk menjadi seorang pengusaha, seseorang dituntut untuk berfikir kreatif. Padahal di sekolah anak diprogram untuk belajar dan mengikuti aturan yang diterapkan. Agar anak dapat mandiri dan kreatif, ajarkan anak untuk memimpin adik-adiknya membereskan mainan, biarkan ia memimpin teman-temannya saat bermain. Ajarkan juga mereka untuk menyampaikan pendapat dan mengemukakan alasan dengan baik.
6. Ajarkan Tanggung Jawab dan Kepemilikanjiwa bisnis pada anak
Ajarkan untuk mulai mengerti arti bertanggung jawab, dengan cara yang sederhana seperti melatih anak untuk buang air di toilet bagi anak yang masih ngompol. Hal ini melatih anak untuk bertanggung jawab atas dirinya.
Seusai bermain, mintalah anak untuk membereskan mainannya dan meletakkannya ditempat yang disediakan. Selain melatih anak untuk bertanggung jawab, hal ini dapat melatih anak mengenai kepemilikan. Misalnya saja mainannya diletakkan di sini, sedangkan mainan kakak diletakkan di sisi yang lain. Ajarkan padanya bahwa mainan itu milik kakak, sehingga apabila ingin meminjam harus ijin terlebih dahulu.
7. Ajarkan untuk tidak memiliki sifat Konsumtif
Tidak ada salahnya untuk memberitahukan pada anak dari mana asal uang yang digunakan untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Terangkan padanya bahwa untuk mendapatkan uang, orang tua harus bekerja keras dikantor atau ber-wirausaha sehingga sebaiknya uang itu digunakan untuk membeli hal yang benar-benar dibutuhkan. Hal ini dapat menjauhkan anak dari sifat konsumtif.
8. Ajarkan untuk Berhemat
Selain diajarkan untuk membelanjakan uang dengan baik, sebaiknya anak juga diajarkan berhemat dengan cara menabung. Ajaklah ia sesekali berbelanja namun ada baiknya apabila anda mencatat daftar kebutuhan yang diperlukan, sehingga anda tidak akan membeli barang yang tidak diperlukan. Jika anak menangis ingin dibelikan mainan di luar catatan, maka orang tua sebaiknya bersikap tegas untuk tidak membelikannya. Aturan yang dibuat harus disepakati.
Itulah tadi beberapa cara agar jiwa wirausaha dapat tumbuh pada anak sejak kecil. Namun yang perlu diingat orang tua menumbuhkan dan mengembangkan jiwa bisnis pada anak bukan berarti si anak disuruh mencari uang, tetapi hal ini hanya sebagai pembelajaran awal kepada anak. Anda harus sabar dalam mengajarinya namun suatu saat anda akan bangga melihat hasilnya. (bn)
Posting Komentar