do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Senin, 28 Oktober 2013

Entrepreneur Harus Tahu Pemasukan Beda dari Laba

Sebagian entrepreneur menganggap orang tua atau mentor sebagai sumber utama yang tepercaya dalam menjalani bisnis. Nasihat dan kiat bisnis yang disampaikan oleh para senior kerap dipercaya dan dipraktikkan karena dianggap sudah teruji validitasnya. Namun, apakah benar demikian atau kita perlu masih harus mengkritisi setiap nasihat yang mereka sampaikan?
Entrepreneur muda Chichi Maponya, Sizwe Dhlomo dan Nkhensani Knosi sepakat bahwa nasihat yang diberikan dari mentor dan senior kita dalam tahapan tertentu memiliki faedah yang tak ternilai dalam memuluskan jalan berwirausaha.
Meskipun Maponya dan Dhlomo memulai bisnis mereka dengan cara yang berbeda, mereka sepakat bahwa mendapatkan nasihat dari orang tua dan mentor bisnis membuat mereka tetap bisa bertahan dan berkembang hingga saat ini. Maponya berwirausaha dalam bidang ritel, Dhlomo berbisnis di bidang kuliner. Mereka memiliki latar belakang keluarga yang kental dengan entrepreneurship.
Dhlomo mengaku ia masuk dalam bisnisnya sekarang dengan membeli sebuah toko daging dengan sang ayahnya. Ia memiliki 2 gerai waralaba Scooters Pizza dan sebuah Capello di Fourways. Ia bertekad membuat image bisnis yang berbeda dari sanga ayah.
Saya belajar entrepreneurship dari orang tua saya dan menjadi seorang pebisni wanita karena saya ingin menegaskan jati diri saya di luar zona nyaman yang disediakan orang tua, katanya.
Sebelumnya ia bekerja dalam bidang komunikasi untuk perusahaan perawatan rambut Black Like Me. Ia meninggalkan pekerjaan itu untuk berwirausaha. Bisnis pertamanya berupa usaha impor sepatu dari Italia untuk melayani pasar setempat.
Kata Maponya, lingkungan keluarga yang entrepreneurial sangat membantunya untuk bertumbuh sebagai entrepreneur karena saat ia gagal, nasihat bisa diengan mudah didapatkan dari orang tua. Ia mengatakan entrepreneur yang baru merintis perlu mempertimbangkan mendapatkan seorang mentor yang andal.
Pendapatnya itu dibenarkan oleh Dhlomo, Memiliki mentor membantu saya tumbuh dalam keluarga tempat ayah saya juga bekerja sebagai entrepreneur, karena nasihat bisnis mudah saya dapatkan.
Nkosi mengemukakan pentingnya memiliki mentor, ujarnya seraya mengungkapkan terima kasihnya pada Maponya yang bertindak sebagai mentornya. Ia member nasihat, meski dunia fesyen terlihat megah dan glamor sesungguhnya kompetisinya sangat ketat.
Anak muda seharusnya menghindari untuk meromantisir entrepreneurship karena dibutuhkan banyak pengorbanan dan kerja keras. Tak mudah untuk meluncurkan bisnis, katanya.
Ia menambahkan orang muda perlu mendapatkan lingkaran pergaulan yang dipenuhi orang-orang yang berpengalaman, lebih dari mereka. Itu salah satu syarat sukses, imbuhnya.
Maponya memberi saran, pebisnis perlu memiliki ketrampilan dalam mengelola uang.
Entrepreneur UKM juga harus tahu bahwa uang yang masuk dalam bisnis mereka bukan keuntungan, ujarnya. Jika mereka membelanjakan pemasukan perusahaan untuk keutnungan pribadi, itu sama saja dengan mencuri dari bisnis yang mereka rintis sendiri, tutur Knosi. (Sowetanlive.co.za/ *AP)
Posting Komentar