do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Selasa, 29 Oktober 2013

Inilah Mitos Investasi yang Menyesatkan

Sangat penting untuk mengevaluasi kebijaksanaan konvensional dalam mengelola keuangan pribadi. Pastikan berlaku adil dalam menginvestasikan aset-aset Anda. Selain itu perhatikan mitos berikut ini yang bisa mengganggu siklus investasi Anda:

1. Semua akuntan pandai berinvestasi

Akuntan pintar dan sangat terlatih tidak secara otomatis mampu menerjemahkan pemahaman tentang keuangan. Sebenarnya kebijaksanaan konvensional berinvestasi berasal dari teman dan keluarga yang berpengalaman.

2. Media adalah sumber baik untuk penelitian keuangan

Wartawan tidak dilatih atau dibayar untuk memberikan nasihat investasi sehat. Media hanya menjual publikasi dan terkadang melakukan penggambaran keuangan secara sensasional sehingga dapat membangkitkan reaksi emosional cepat dari investor.

3. Pendapatan menjadi pendorong penting dari kekayaan

Akuntan dengan pendapatan moderat dan rencana penghematan ketat akan jauh lebih kaya dari waktu ke waktu dari mitranya yang mengabaikan untuk menyimpan investasi. Jangan fokus pada apa yang Anda buat, fokus pada apa yang Anda simpan.

4. Bertujuan untuk tidak membayar pajak

Akuntan sering berusaha meminimalkan pajak. Akuntan profesional pun sering terlibat hilangnya uang pajak. Jika ingin meminimalkan pajak kemudian merugi keuntungan investasi pun mengecil.

5. Perlu bantuan profesional

Sementara yang lain menyewa profesional keuangan, sebaiknya kelola keuangan sendiri dengan pengetahuan dan keahlian yang tepat. (*/mediaindonesia.com)
Posting Komentar