do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Selasa, 01 Oktober 2013

Jangan Bisnis Toko Jika Tak Bisa Senyum dan Tak Punya Jiwa Melayani >>

Pelayanan yang prima bisa meningkatkan penjualan. Karena itu, berikanlah senyuman pada pelanggan, agar kita mampu memenangkan persaingan. Dalam pasar dengan model persaingan yang sempurna, misalnya seperti deretan toko handphone di satu kawasan, tentu persaingan yang terjadi sangat sengit. Adu harga, adu kualitas, adu merek, dan berbagai strategi diskon sering dilakukan untuk meraih pelanggan. Begitu juga misalnya di deretan toko yang menjual bunga, pusat kuliner, dan aneka ruang usaha lain yang sejenis.
Tapi, pernahkah kita memperhatikan, satu toko terlihat lebih menonjol daripada yang lain? Padahal, barang yang dijual hampir sama persis. Model dan merek yang disediakan pun nyaris tak ada beda. Lantas, apa yang menjadikan toko tersebut lebih laris dan kelihatan menonjol dibandingkan yang lain? Barangkali, ada banyak faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut. Tapi, dari sekian banyak, pasti ada toko atau restoran yang memiliki pelayanan yang lebih baik daripada yang lainnya. Entah layanan paling cekatan, lebih ramah, lebih murah senyum, atau memiliki aneka macam kelebihan lain yang tak dimiliki pesaingnya.
Kondisi ini mirip dengan ungkapan sederhana, "seseorang yang tak bisa senyum jangan membuka toko". Dalam banyak bisnis, pelayanan memang nomor satu. Pelayanan ini bisa diwujudkan dalam berbagai macam program. Ada yang sekadar memberikan layanan dengan sapaan khas penuh keakraban, ada yang memberikan program bonus, ada yang memberikan aneka macam fasilitas yang membuat nyaman pembelinya. Dalam hal ini, maka senyum yang diberikan bisa diaplikasikan dalam aneka halyang intinyamemberikan kepuasan bagi pelanggan agar bisa datang dan datang lagi.
Salah satu bentuk pelayanan yang bisa dijadikan pelajaran adalah bagaimana restoran cepat saji Pizza Hut merespons masuknya aneka produk pizza lain yang makin menjamur. Salah satu pesaing yang muncul belakangan dan langsung cepat terkenal adalah Domino Pizza. Dengan mengandalkan layanan antar, Domino cukup cepat mendapat tempat di mata pelanggan. Apalagi, mereka menjamin layanan pizza yang masih fresh sampai cepat dan tepat waktu ketika dipesan. Inilah satu bentuk senyum yang diberikan, yakni dengan memberikan layanan antar yang sangat memudahkan pelanggan.
Tentu, Pizza Hut segera mengambil pelajaran. Jika sebelumnya layanan antar mereka buat dengan kondisi yang apa adanyaterutama karena keterbatasan lokasi restoran yang belum cukup tersebar rataPizza Hut kemudian melakukan terobosan. Mereka membuat PHD atau Pizza Hut Delivery dengan model restoran lebih kecil namun tersebar lebih merata. Mereka juga mengkhususkan diri pada pizza dengan model layan antar lebih cepat. Hebatnya, mereka berani menjanjikan bonus pizza gratis jika pesanan belum datang lebih dari 30 menit. Inilah salah satu senyuman yang ditawarkan PHD untuk memikat pelanggan.
Hasilnya? Saat ini, PHD makin populer untuk memberikan solusi bagi pesanan orang yang kelaparan. Sebab, hanya dengan menelepon, tak sampai 30 menit, makanan datang dalam kondisi masih hangat dan fresh.
Kembali ke pengertian seseorang yang tak bisa senyum jangan membuka toko, inilah bentuk-bentuk senyuman yang bisa dilakukan produsen untuk memenangkan persaingan. Dalam hal ini, semakin prima pelayanan, maka orang pun akan lebih mudah menjadi pelanggan setia. Sebaliknya, jika tak ada senyuman, hampir bisa dipastikan, orang pun akan menjauh. Di sini jugalah, kemasan menjadi salah satu bentuk senyuman yang bisa memenangkan persaingan. Tak jarang, berbagai macam produk di dunia, dikemas dengan bentuk yang unik, lucu, bahkan bisa dikoleksi. Atau, kemasan itu juga bisa dibentuk melalui berbagai program komunikasi, baik melalui media iklan, media sosial, hingga berbagai jenis anekarupa kegiatanyang intinyamembuat pelanggan senang, termanjakan, dan selalu merasa diberikan senyuman terbaik.
Jika senyuman itu bisa terus konsisten diberikan, dampaknya bisa jauh lebih efektif. Tak jarang, para pelanggan malah bisa menjadi marketing atau pemasar gratis yang ikut mempromosikan produk kita karena merasa puas ketika mendapatkan senyum dari kita.
Tentu, semua itu tak lepas dari kualitas produk itu sendiri. makin bagus pelayanan, jika tidak disertai dengan menjaga dan meningkatkan kualitas produk, bisa jadi pelanggan tak kan bertahan lama. Karena itu, terus jaga pelayanan, jaga kualitas produk. Dengan cara itu, senyum yang diberikan, tak akan sia-sia.
Jadi, sudah senyum dengan cara apakah kita pada pelanggan hari ini? (bn)
Posting Komentar