do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Senin, 28 Oktober 2013

Kiat Agar Bisnis Anda tetap Dinamis

Ide dan cara pemikiran yang usang akan lambat laun atau cepat menenggelamkan sebuah perusahaan. Kegagalan untuk beradaptasi dan berubah dalam iklim bisnis yang dinamis bisa membenamkan bisnis Anda dalam sekejap mata.

Berikut adalah 3 kiat bagi entrepreneur agar usaha mereka tetap dapat eksis dan bertahan dengan ide-ide baru yang segar:

1. Berkonsultasi dengan orang-orang yang tak tahu menahu tentang industri yang Anda tekuni

Mungkin kedengarannya aneh. Namun, kadang diperlukan sebuah sudut pandang orang luar/ asing untuk membuka celah peluang yang bisa jadi Anda lewatkan begitu saja. Sebagai entrepreneur, kita sering demikian dekat dengan pepohonan hingga kita lupa melihat hutannya secara keseluruhan. Dan sering saat seseorang di luar bidang industri Anda kita bertanya, "Apa yang Anda ketahui?" Namun ada baiknya kita pertimbangkan. Bahkan ide yang kurang brilian ata terlampau biasa menurut standar kita. Apa yang terlihat biasa bisa jadi sangat berguna dan digemari konsumen.

2. Bangun kerjasama dengan 'pemain top' dan berbagi kesuksesan

Anda menjalankan bisnis, di antaranya bertujuan untuk melayani konsumen dengan sebaik mungkin. Secara tak langsung Anda menciptakan nilai dalam banyak cara. Salah satu cara untuk memulai ialah dengan mengambil hal yang usang dan memolesnya menjadi baru.

Lihat saja Madonna. Artis ini berhasil menjual 300 juta kopi albumnya dan dianggap salah satu selebritas paling laris sepanjang masa. Kolaborasinya dengan seniman lain dalam berbagai kesempatan menjadi bukti bahwa ia bisa menciptakan audiens baru dan menerapkan kejelasan dan menemukan kembali kebaruan dalam karyanya. Seperti yang dikatakan Mark Twain, orang hebat (merek hebat) adalah seseorang yang bisa membuat orang lain berpikir mereka juga bisa menjadi hebat."

3. Jangan takut 'banting stir'Tak semua perusahaan besar setia dengan apa yang mereka rintis pertama dulu. Nokia dulu berawal sebagai pabrik penghasil kertas dan bahkan Instagram pun dulu bermula dari startup dengan produk aplikasi gabungan Foursquare dan mafia Wars.

Nah, jangan takut untuk memutar arah, berbelok atau mengubah haluan jika memang perlu. Terapkan Key Performance Index dan analytics pada startup Anda dan lacak terus kemajuannya. Saat menurun, coba buat ide baru.

Perubahan tak terhindarkan terjadi kapan saja. jadi jangan menjadi terlalu terpaku dengan visi Anda yang semula sehingga Anda mengabaikan peluang penyempurnaan dan penyimpangan yang justru bisa mengantarkan Anda menuju sukses. (*AP)
Posting Komentar