do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Rabu, 30 Oktober 2013

Kiat Memulai Usaha Sendiri

Kerja di sebuah perusahaan, atau berada di bawah tekanan atasan mulai membuat Anda stres? Mungkin ini waktunya untuk memulai usaha sendiri.

Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat Anda ingin merintis usaha. Berikut beberapa kiat yang kami rangkum:

PersiapanAnda sudah memiliki rencana untuk memulai usaha? Yang pertama kali harus ditentukan adalah tujuan yang meliputi, apa jenis usaha yang Anda kerjakan, apa saja modal awal yang harus dimiliki, dan pasar mana yang Anda sasar.

Menabung

Memulai usaha pasti memerlukan modal yang tak sedikit. Seorang konsultan keuangan, Michelle Evard merekomendasikan, minimal Anda harus menabung selama 6 bulan sebelum memulai usaha. Sambil menabung, waktu 6 bulan itu juga bisa digunakan Anda melakukan persiapan.

Ada baiknya juga selama enam bulan itu, Anda melakukan penghematan terhadap pengeluaran rutin. Hal itu bisa membuat tabungan semakin banyak untuk memulai usaha baru.

Persiapkan pengunduran diri

Setelah melakukan persiapan dan pengumpulan modal, kini waktunya Anda mempersiapkan proses pengunduran diri. Jangan sampai menyepelekan hal ini. Walaupun ada ketentuan minimal satu bulan pemberitahuan sebelum tanggal mengundurkan diri, namun Anda juga harus menyelesaikan seluruh pekerjaan atau proyek yang masih berjalan.

Jangan sampai pengunduran diri menjadi pembicaraan dan meninggalkan kesan buruk di perusahaan. Oleh karena itu mulailah membuat jadwal ketat dalam menyusun pekerjaan agar bisa diselesaikan sesuai dengan waktu pengunduran diri yang sudah direncanakan.

Tentukan jenis perusahaan

Setelah Anda mengundurkan diri, mulailah menentukan jenis perusahaan Anda. Apakah itu PT, CV dan sebagainya. Lalu daftarkan perusahaan baru Anda agar posisinya legal.

Buat budgeting awal

Budgeting awal dalam menjalankan perusahaan baru sangatlah penting. Hitunglah dengan cermat apa saja keperluan perusahaan mulai dari pembelian barang hingga pengeluaran sehari-hari. Kalkulasikan juga dengan sasaran keuntungan yang ingin didapat. Jangan lupa untuk memperhitungkan pajak. Anda tak ingin menjadi orang yang merugikan negara kan?

Kini semuanya telah siap. Agar perusahaan Anda terus berjalan, perlu adanya jalinan relasi yang kuat dengan klien. Kepercayaan dari klien adalah salah satu kunci suksesnya. (*/dari berbagai sumber)
Posting Komentar