do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Selasa, 29 Oktober 2013

Lima Langkah Mengatur Keuangan Bisnis Kecil

Mengabaikan masalah keuangan saat berbisnis sama dengan bunuh diri. Sebab, keuangan dalam bisnis menentukan berhasil tidaknya sebuah bisnis.
Dalam sistem keuangan Anda akan memiliki data untuk aktivitas perusahaan pada masa lampau. Apa yang Anda lakukan dan apa yang Anda hasilkan bisa tercermin dari catatan Anda. Tak hanya itu dari sistem keuangan pula Anda bisa mengambil keputusan dan kebijakan di masa depan.
Masalahnya kerap kali pelaku usaha bisnis kecil mengalami keterbatasan dalam memahami sistem keuangan. Padahal kalau Anda memahami dengan baik, keuangan bisnis kecil bisa Anda jalankan dengan cukup sederhana.
Berikut ini beberapa langkah dalam mengatur keuangan bisnis kecil.
Buat keuangan terpisah
Kerap kali pelaku usaha kecil tidak memisahkan keuangan pribadinya dengan keuangan usaha. Alasannya karena usahanya masih kecil, jadi belum kompleks. Tapi ini adalah kesalahan fatal. Jadi buat dua akun yang terpisah, jika Anda perlu suntikan dana ambil dengan persentasi tertentu dari modal. Karena ketika Anda membeli kebutuhan pribadi Anda dengan uang usaha, maka tanpa sadar uang usaha Anda akan tergerus dan habis.
Gunakan pihak ketiga
Jika Anda tidak yakin Anda mampu mengelola keuangan dengan baik, libatkan pihak ketiga tapi dalam kontrol Anda. Keberadaan pihak ketiga ini akan menjadi opsi pengawas bagi Anda sehingga mengurangi risiko kesalahan.
Luangkan waktu
Ketika Anda menjalankan usaha, kadang mendorong diri Anda demikian kuat untuk menjual dan berproduksi. Namun, kadang kala Anda abaikan administrasi dan keuangan. Padahal semua ini adalah pilar dalam usaha.
Jangan abaikan semua pengeluaran
Jangan sampai Anda menyepelekan biaya operasional. Meski itu sekadar membeli sajian untuk tamu, atau sekedar membeli sebuah pena. Anda membelinya dengan uang usaha dan untuk kepentingan usaha, jadi jangan lupa dicatat. Dari sini Anda bisa melihat adakah pos biaya yang berlebihan atau yang kekurangan.
Jangan abaikan pemasukan
Bisnis kecil Anda hidup dan berkembang dari pemasukan. Kalau Anda menjual dan terus menjual tapi Anda lupa menagih, tentu pos pemasukan Anda akan hancur. Jadi jangan abaikan pos ini karena hidup dan mati bisnis kecil Anda berasal dari pos ini. (as/dari berbagai
Posting Komentar