do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Sabtu, 12 Oktober 2013

Mengapa Entrepreneur Perlu Punya Situs Pribadi

Akhir-akhir ini, membuat website pribadi sangatlah mudah. Anda tidak perlu mengetahui aspek-aspek teknis seperti web hosting atau pengkodean yang sangat sukar dan menjadi momok bagi mereka yang buta sama sekali. Anda tidak perlu memiliki banyak konten hanya untuk memiliki sebuah website pribadi. Hanya satu landing page sederhana untuk mengakomodasi itu. Jadi Anda tidak perlu segan untuk memulai membuat website pribadi dan tidak perlu belajar semua itu terlebih dulu.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa seorang entrepreneur perlu memiliki website pribadi selain website profesional dan bisnis.

Pertama ialah Anda dapat mengendalikan branding Anda dengan lebih baik. Sebagian besar layanan penyedia website pribadi memungkinkan Anda untuk melakukan kustomisasi semua hal dari foto latar belakang hingga fontasi (jenis huruf) dan penempatan teks sehingga tidak seperti profil LinkedIn yang seragam dan membosankan, brand dan kepribadian Anda dapat ditunjukkan dengan lebih nyata di sana. Saat seseorang menemukan Anda, mereka akan memiliki representasi visual dari identitas Anda.

Kedua yaitu Anda dapat menjadikannya sebagai portoflio instan. Manusia adalah makhluk visual sehingga makin banyak yang Anda bisa tunjukkan (daripada katakan), makin baik. Resume Anda mungkin mengatakan bahwa Anda membuat blog perusahaan yang memiliki 15 ribu pembaca aktif, tetapi dengan situs pribadi Anda, Anda dapat menarik seseorang ke blog Anda dan menunjukkan mengapa blog itu begitu menarik dan apa yang membuatnya menonjol. Dengan menampilkan sampel pekerjaan, situs-situs yang Anda sedang kerjakan, artikel-artikel yang Anda tulis, atau apapun itu, halaman pribadi Anda dapat berfungsi sebagai sebuah portofolio digital dari identitas dan pekerjaan  online Anda.

Ketiga, Anda dapat menunjukkan mereka yang berminat mengajak kerjasama dengan Anda ke arah yang tepat. Meskipun hanya 40% dari perusahaan menggunakan jejaring sosial sebagai bagian dari proses perekrutan. Banyak lagi yang menggunakan blog/ situs pribadi secara informal. Jadi pertimbangkanlah untuk memiliki website pribadi karena di jejaring sosial, peluang untuk ditemukan ditemukan lebih sulit terutama jika nama Anda tergolong yang umum digunakan. Namun, jika Anda memiliki sebuah website pribadi, Anda bisa memasukkan semua profil Anda di jejaring sosial dan menampilkan URL di resume Anda. Dengan begitu Anda akan lebih mudah ditemukan di web.

Keempat, Anda harus memulai dari sekarang. Anda bisa menggunakan layanan About.me, Flavors.me, DooID dan Zerply. Sebagian situs ini memungkinkan Anda untuk membuat subpage atau menampilkan feeds jejaring sosial Anda. Jika Anda hanya membutuhkan landing page sederhana, About.me mungkin pilihan yang tepat. Secara umum, URL Anda akan berupa nama website plus nama pengguna Anda (misalnya about.me/namaanda). Siapkan file foto untuk diunggah ke laman About.me dan informasi kontak Anda (email, Twitter, dan sebagainya), ringkasan singkat mengenai riwayat pribadi dan profesional Anda, dan sebagainya. (*Akhlis)
Posting Komentar