do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Rabu, 30 Oktober 2013

Pertanyaan Reflektif yang Harus Dijawab Sebelum Memulai Bisnis

Memilih wirausaha sebagai profesi ternyata tidak semudah yang dibayangkan, banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam mewujudkan ide-ide yang ingin kita ujikan untuk dijadikan kenyataan, tapi jangan pernah lupakan bahwa apa pun yang kita mulai pastilah akan berkembang menjadi banyak kemungkinan, maka dari itu, kita harus bisa mengantisipasi segala kemungkinan tersebut dan menentukan titik awal untuk dijadikan kekuatan kita.
Setiap orang mungkin bisa memiliki sejumlah ide cemerlang yang bisa diimplementasikan menjadi sebuah bisnis dan wirausaha namun tidak semua orang tahu darimana dan bagaimana memulainya?
Berikut adalah 10 pertanyaan yang dapat membantu dalam mengevaluasi ide ide bisnis anda, dikutip dari wartawirausaha.com :
1. Bagaimana profil customer yang menjadi target bisnis anda? Ide bisnis kita sudah pasti adalah solusi yang paling tepat untuk diri kita, tapi apakah ide itu bisa menjadi solusi yang tepat juga untuk orang lain? Nah, Berangkat dari pemikiran itu maka kita harus tentukan profil customer yang bisa kita raih dengan ide kita, lakukan survei atau sekedar pengamatan dan beranjak dari situ kita akan tahu siapa segmen market kita.
2. Apa yang ingin anda gantikan? Ketika kita mempunyai ide, apa pun itu, saat ini kenyataannya adalah orang-orang sedang tertarik dalam artian telah membeli atau mengkonsumsi hal-hal yang sudah ada. Dengan kesadaran seperti itu, kita harus bisa tunjukkan bahwa ide yang akan kita tawarkan adalah lebih baik dari yang lain, intinya adalah Bisakah kita merubah kebiasaan calon customer kita yang telah membeli pada yang lain untuk berpaling pada produk kita?.
3. Bagaimana mendemonstrasikan ide anda? Point ini sangat kritikal buat anda, jujur saja bagaimana orang bisa percaya kemampuan anda jika anda sendiri tidak bisa mempresentasikan ide tersebut, ide tanpa wujud hanyalah omong kosong. Anda harus bisa mengeluarkan ide tersebut dengan kemampuan mendemonstrasikannya secara tepat.
4. Siapa saja yang anda butuhkan dalam tim? Anda pasti membutuhkan orang lain dalam rangka mewujudkan ide, pilihlah orang-orang yang dapat memberi masukan dan yang mau terlibat dalam mengembangkan ide anda.
5. Apa sumber daya yang anda butuhkan? Buat daftar kunci aset barang-barang yang dibutuhkan untuk mewujudkan ide tersebut dan tentukan prioritas yang mana lebih dahulu harus anda investasikan.
6. Berapa lama modal akan kembali? Ide yang berwujud pada produk ataupun jasa membutuhkan siklus pendapatan yang jelas, hitung dan pastikan bahwa nilai modal yang telah anda investasikan dapat kembali secara tunai berikut keuntungannya.
7. Apakah analisa penjualan sudah tepat? Anda perlu menganalisa jalannya bisnis anda secara aktual untuk mendapatkan angka penjualan yang efisien dan efektif, sebagai contoh, jikalau anda ingin membuka restoran, jangan pernah hanya mengandalkan perkiraan pendapatan pertahun anda tetapi upayakan lebih spesifik dengan mempertimbangkan perkiraan penambahan jumlah kursi atau memperluas bangunan restoran atau mungkin penambahan jam operasional restoran anda sesuai dengan peningkatan jumlah pengunjung.
8. Berapa besar potensi bisnis bisa berkembang? Pikirkan seberapa besar keinginan anda untuk mengembangkan bisnis ini dan pikirkan ide lainnya yang menunjang perkembangan bisnis tersebut. Sebagai contoh, jikalau bisnis anda adalah tentang membuat software maka teruskan dengan membuat model/simulasinya, perluas market dan kembangkan terus sesuai dengan perkembangan jaman.
9. Apakah anda memiliki kemampuan yang dibutuhkan? Mempunyai ide dan mewujudkan ide menjadi nyata adalah dua hal yang berbeda, jika ide anda membutuhkan keahlian khusus, jangan menyerah banyak orang yang awalnya hanya mempunyai ide dan seiring dengan berjalannya waktu mampu melengkapi diri dengan kemampuan yang dibutuhkan atau bisa dengan cara mempekerjakan orang lain yang dapat mengisi kekurangan kemampuan anda.
10. Dapatkah saya melihat diri saya mampu menjalankan bisnis ini dalam dua tahun ke depan? Mempunyai ide dan mewujudkannya membutuhkan dedikasi serta komitmen, proyeksikan diri anda ke depan minimal dua tahun untuk memastikan determinasi anda, apakah anda mempunyai dukungan dari teman dan keluarga, apakah anda bersedia melakukan pengorbanan yang diperlukan nanti.
Pertanyaan-pertanyaan diatas tidaklah harus diajukan secara berurutan, akan tetapi lebih diajukan kepada bagaimana keadaan perkembangan ide anda sekarang, besok dan nanti. Lakukan yang terbaik untuk mewujudkan ide dan tetap semangat melakukannya. (bn)
Posting Komentar