do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Rabu, 02 Oktober 2013

4 Langkah Menyampaikan Berita Buruk pada Klien

Tidak seorang pun ingin menjadi pembawa berita buruk. Namun, mendiamkan sebuah masalah dan tidak menyampaikannya pada pihak yang berkepentingan dan membiarkannya makin parah hanya akan membuat kondisi makin memburuk. Terutama jika Anda memiliki klien setia, Anda akan merasa kebingungan bagaimana untuk bisa menyampaikan berita buruk itu kepadanya karena ketakutan bahwa ia akan meninggalkan Anda. Dan dalam jangka panjang, perusahaan Anda juga mungkin bisa kehilangan kredibilitas.
Lain kali jika Anda harus memberitahukan sebuah berita buruk, entah itu insiden yang tidak diinginkan, musibah, atau apapun yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak dikehendaki, cobalah melaksanakan 4 langkah berikut:

1. Gambarkan: Berikanlah gambaran umum masalah yang menimpa dan jelaskan dengan sederhana dampaknya pada perusahaan. Pastikan Anda menempatkan masalah sesuai posisi Anda sebagai pemilik bisnis/ entrepreneur, bukan hanya seorang profesional.

2. Identifikasi solusi: Rekomendasikan sebuah solusi atau beberapa pemecahan yang mungkin dapat diterapkan dalam kasus yang terjadi. Tak lupa sertakan beberapa alternatif jika rencana awal gagal.

3. Analisis solusi Anda: Berbagi tentang kelebihan dan kelemahan yang dimiliki sebuah solusi akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif untuk menjadi dasar bagi klien membuat keputusan untuk melangkah selanjutnya. Jelaskan implikasinya. Siapkan diri Anda untuk berdiskusi mengenai risiko-risiko atau kendala yang dapat muncul menjadi fokus masalah yang ingin diatasi oleh sang klien.

4. Terimalah tanggung jawab: Sebagai entrepreneur, Anda harus selalu siap dengan tanggung jawab karena Anda adalah pemimpin bisnis. Katakan pada klien hal-hal yang akan menjadi tanggung jawab Anda dan apa saja yang akan menjadi tanggung jawabnya. Dengan demikian, keadaan akan menjadi lebih jernih dan masalah akan teratasi tanpa ada kepanikan berarti. (HBR/*Akhlis)
Posting Komentar