do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Sabtu, 12 Oktober 2013

Bersahabat dengan Kompetisi

Bagi sebagian besar orang, persaingan memang sering dipandang sebagai hal yang tidak terlalu menyenangkan, bahkan menjadi momok. Namun, bagi entrepreneur sejati, persaingan bukanlah hantu menakutkan yang membayang-bayangi setiap langkahnya. Persaingan bisnis justru dapat digunakan sebagai faktor pendorong kemajuan bisnis.

Bagi Anda yang masih ragu untuk menjadikan persaingan sebagai bagian dari dinamika bisnis yang tak terpisahkan, maka Anda harus membaca 3 alasan pentingnya bersahabat dengan kompetisi berikut ini.

Kompetisi menekan harga dan menjaga mutu

Hukum ekonomi akan bekerja dengan baik di sebuah pasar yang suasana kompetisinya sehat dan bergairah. Dengan terciptanya kondisi yang kondusif, setiap perusahaan yang ada dalam pasar tersebut akan mencoba untuk menarik para konsumen dengan melakukan berbagai macam cara seperti memperbaiki kualitas produk/ jasa yang ditawarkan, menjaga harga agar tetap stabil, serta mengembangkan produk/ jasa baru yang lebih mengakomodasi kebutuhan para konsumen.

Peraturan yang ditetapkan pemerintah (yang terlalu mengikat mekanisme pasar) atau hal lainnya yang menyurutkan semangat entrepreneur untuk terjun ke dalam pasar hanya akan membuat pasar menjadi kurang kompetitif. Bila persaingan menurun baik secara kualitas maupun kuantitas, dapat dipastikan bahwa harga akan membubung dan cenderung lebih tidak terkendali, kualitasnya menurun, dan hanya akan muncul produk/ jasa dalam jumlah yang lebih sedikit.

Monopoli, yang merupakan kutub berlawanan dari persaingan yang sehat, akan membuat sebuah pasar menjadi kurang menarik untuk dimasuki karena penyedia/ pemasok tidak akan mendapatkan imbalan apapun jika mereka dapat menurunkan harga atau meningkatkan kualitas untuk menarik lebih banyak konsumen. Dan konsumen juga dalam posisi yang sulit karena tidak mempunyai pilihan lain.

Kompetisi mendorong kreativitas

Setiap entrepreneur mencoba untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan tetap menekan harga agar relatif lebih rendah dari para pesaingnya. Di samping itu, mereka juga harus tetap menjaga efisiensi saat bersaing.

Seperti yang kita ketahui, mekanisme pasar biasanya diawali dengan kemunculan sebuah bisnis yang melayani konsumen dalam lingkup pasar tertentu. Bisnis yang pertama kali muncul dan sukses dapat meraup banyak untung kemudian persaingan dimulai saat bisnis lain masuk dan membidik pasar dan konsumen yang sama. Persaingan ini menggiring pelaku bisnis untuk selalu berubah sehingga mereka bisa bertahan dan mendapat tempat di tengah pasar.


Kompetisi menambah dinamika pasar

Berkat persaingan, entrepreneurship selalu menjadi sebuah topik yang tak akan menjadi menjemukan untuk didiskusikan dan dipraktikkan. Pasar niscaya selalu mengalami perubahan. Persaingan selalu ada di mana-mana. Alih-alih menakutkan bagi kita, elemen risiko dan ketidakpastian dalam entrepreneurship merupakan daya tarik yang membuat entrepreneurship mengasyikkan dari masa ke masa.

Secara sederhana, entrepreneurship bisa diartikan sebagai sebuah proses penemuan yang terus menerus. Setiap kali kita membuat sebuah pilihan bisnis, kita akan mendapatkan tanggapan dengan cepat dari konsumen. Konsekuensi logisnya ada dua: permintaan terhadap produk/ jasa kita naik atau turun. Bila permintaan turun, pasar seolah memberikan isyarat bahwa kita harus mulai memikirkan sebuah produk atau jasa yang berbeda. Bila permintaan naik, harga akan mulai menurun.

Tidak perlu takut untuk mengalami kegagalan atau kerugian. Itu merupakan mekanisme alami yang dilakukan pasar untuk memberitahu Anda agar teus memperbaiki diri atau berpindah ke usaha di bidang yang baru. (*Akhlis)
Posting Komentar