do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Selasa, 29 Oktober 2013

Menentukan Jenjang Karier di Startup

Setelah sebuah startup menemukan sebuah model bisnis yang berulang dan mampu meninggalkan tahapan tunas (seed), mereka kemudian memasuki tahapan awal (early) (misalnya 20 sampai 50 pegawai) sebelum menuju tahap pertumbuhan yang bercirikan jumlah pegawai di atas 50 orang.

Dengan 5 orang pegawai dalam sebuah startup, setiap orang menjalankan berbagai peran. Kondisinya demikian kacau sehingga topik tentang jenjang karier tak pernah terlintas dalam pikiran mereka yang bekreja di startup. Perlahan saat startup memasuki tahap kematangan menjadi sebuah bisnis yang lebih kokoh dan sekitar 20 orang telah bergabung di dalamnya, akan ada lebih banyak bidang spesialisasi yang muncul dan topik jenjang karier akan menjadi makin sering muncul. Dengan makin dekatnya menuju fase pertumbuhan, jenjang karier merupakan salah satu isu atau topik percakapan yang paling umum dibicarakan.

Startup memiliki kesulitan saat harus menghadapi isu jenjang karier seperti ini. Dengan semua ketidakpastian dalam sebuah bisnis baru, tidak akan ada yang tahu kapan startup bisa bertahan. Apakah itu setahun, dua tahun atau akan berkembang lebih besar dan menjadi perusahaan yang mapan dan meraksasa? Semua itu belum pasti.

Firma konsultan strategi dengan segmen tinggi seperti Bain dan McKinsey memiliki motto up or out (maju atau keluar) yang pada dasarnya berarti Anda dipromosikan setiap dua atau tiga tahun atau Anda akan dipecat dan itu terbukti efektif untuk sebuah startup. Untuk sebuah startup, tak peduli seberapa kerasnya Anda mencoba, setiap orang dalam tim tidak akan terlalu banyak berorientasi pada pola kerja entrepreneurial yang mereka sehingga mereka mencintai perasaan yang diakibatkan karena ketidaktahuan apa yang akan dihadapi atau terjadi selanjutnya.

Berikut adalah cara untuk melakukan pendekatan terhadap isu jenjang karier dalam startup yang tengah menuju tahap pertumbuhan:
  • Sekali atau dua kali setahun para karyawan dan pendiri startup sebaiknya duduk bersama untuk berdiskusi mengenai opsi jenjang karir (evaluasi kinerja karyawan dilakukan sebanyak 4 kali dalam setahun sehigga bentuknya lebih sederhana dan singkat tetapi dilakukan lebih sering).
  • Ditekankan bahwa pertumbuhan perusahaan terjadi bersamaan dengan datangnya peluang baru, tim baru, departemen baru, dan sebagainya. Namun, perlu dijelaskan belum adanya urutan yang sudah pasti 100%.
  • Sebagai sebuah filosofi, perlu adanya perhatian pada mereka yang sudah ada di dalam untuk dipromosikan lebih dulu daripada pihak luar, jika memang memungkinkan.
  • Para anggota tim didorong untuk menemukan peluang atau tantangan yang mendorong mereka dan secara kolaboratif dengan anggota tim yang lain bekerja untuk mencapainya.

Jenjang karir memang tidak mudah bagi mereka yang bekerja dalam startup. Yang bisa dilakukan untuk dapat mengatasinya dengan baik ialah dengan menghadapinya secara langsung dan terbuka dan mencari cara-cara yang terbukti efektif untuk juga memotivasi mereka lebih optimis dengan mencari lebih banyak peluang dan perubahan yang masih terbentang di depan.(*AP)
Posting Komentar