do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Selasa, 29 Oktober 2013

Mengetahui dan Paham Risiko dan Keuntungan Investasi

Untuk mencapai tujuan finansial, tak cukup hanya dengan menabung saja. Menabung tidak akan cukup karena adanya inflasi. Solusinya adalah investasi dengan mengambil risiko jangka panjang, di atas 10 tahun.
Jika investasi menjadi solusinya, lantas apa pilihan Anda? Investasi logam mulia menjadi pilihan investasi yang makin digemari juga menjadi rekomendasi terutama oleh perencana keuangan. Selain juga investasi reksa dana pendapatan tetap atau reksa dana saham bagi mereka yang tergolong tipe pengambil risiko.
Investasi jangka panjang yang juga bertumbuh adalah unit link. Nah, untuk yang satu ini, banyak persepsi bermunculan. Anda perlu teredukasi, bukan sekadar terinformasi, mengenai unit link ini.
Unit link dianggap sebagai investasi sekaligus proteksi yang simpel dan praktis. Meski banyak dipilih karena kepraktisannya, perlu dipahami risiko bukan hanya tahu nilai akhirnya. Saat bertemu agen, Anda perlu banyak bertanya, minta penjelasan mengenai skenario terburuknya, tahu persis risiko dan manfaatnya.
Jika ingin berinvestasi, Anda harus berpikir jangka panjang, minimal lima tahun bahkan hingga 20 tahun. Jika ingin mendapatkan manfaat dalam satu tahun disarankan tidak berinvestasi.
Sementara jika Anda memilih unit link sebagai investasi plus proteksi, perhatikan sejumlah saran, di antaranya:
* Pilih fund manager yang kredibel.
* Ukur profil risiko Anda, apakah Anda tergolong risk taker atau konvensional?
* Alokasikan dana sesuai profil risiko.
* Berpikir jangka panjang.
* Memahami berbagai kemungkinan yang akan terjadi.
Jika masih meragu untuk berinvestasi unit link, Anda perlu berpikir ulang dan mencari pendapat pembanding. Banyak kemudahan yang diberikan oleh investor jika memiliki unit link. Namun keuntungan yang bisa diperoleh relatif kecil. Produk ini bisa jadi sangat bagus sebagai investasi proteksi. Namun belum tentu cocok dengan setiap orang.
Orang dengan penghasilan 2-3 juta per bulan sebaiknya memilih produk investasi lain. Produk investasi seperti emas logam mulia atau deposito lebih tepat. Namun pilihan ini tetap dikembalikan kepada kebutuhan Anda, jangka pendek, menengah, panjang, dan risikonya.
Posting Komentar