do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Selasa, 29 Oktober 2013

Supaya Bisnis Langgeng

Sebuah perusahaan bisa bertahan selama beberapa dekade atau bahkan abad jika dikelola dengan baik. Kelanggengan ini menurut Arie de Geus, sebagaimana dikatakan oleh Ekuslie Goestiandi, dalam bukunya The Living Company mengungkapkan hasil penelitiannya terhadap sejumlah bisnis yang berumur hingga beberapa puluh tahun bahkan ada yang sudah ratusan tahun! Beberapa di antaranya yang sering kita dengar yang sudah mencapai usia lebih dari 200 tahun ialah Shell, DuPont, Kodak, Daimaru, Sumitomo. Sebuah perusahaan dari Swedia bernama The Stora bahkan sudah merayakan ultahnya ke 700 tahun.

Menurut Geus, bisa disimpulkan bahwa ada 4 kiat yang bisa kita terapkan dalam usaha kita jika kita ingin bisnis kita selanggeng semua perusahaan di atas.

Perusahaan harus peka terhadap lingkungan
Perusahaan yang mampu bergerak tepat waktu untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan kondisi yang terbaru. Perubahan tersebut bisa beragam wujud, mulai dari peperangan fisik, krisis ekonomi, gejolak politik hingga peralihan teknologi.

Perusahaan memiliki identitas yang kuat dan kohesif
Sekali pun perusahaan beroperasi di wilayah, bahkan negara yang berbeda-beda, mereka tetap beroperasi di atas landasan nilai dan budaya yang sama serta semangat kebersamaan yang kuat.

Perusahaan memiliki sikap toleran alias terbuka kepada eksperimentasi dan diversitas
Dengan memiliki karakteristik ini, perusahaan akan lebih dapat menangkap hal-hal dan peluang baru yang akan mendatangkan manfaat bagi perusahaan. Tentunya ini dilakukan dalam koridor berupa landasan nilai yang sama dan semangat kebersamaan yang kokoh.

Perusahaan bersikap konservatif dalam hal keuangan
Perusahaan yang langgeng harus bisa bersikap cermat dab hemat dalam membelanjakan uang dan menyadari pentingnya memiliki uang kontan di tangan. Dengan memiliki uang kontan di tangan, perusahaan lebih memiliki fleksibilitas dan kebebasan dalam menentukan langkah bisnisnya, yang bisa jadi tidak dimiliki oleh perusahaan lain.

Yang menarik dalam studi Geus ini adalah tidak terlalu berpengaruhnya faktor tinggi rendahnya profit dan ROI (return of investment) terhadap kelanggengan usaha.(*AP)
Posting Komentar