do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Jumat, 19 Oktober 2012

Cara Seleksi Karyawan Baru yang Jujur dan Bisa Dipercaya


Cara Seleksi Karyawan Baru yang Jujur dan Bisa Dipercaya Setiapperusahaan mengidamkan karyawan yang jujur dan bisa dipercaya agar membawa kemajuan bagi perkembangan bisnis. Memilih karyawan baru haruslah memperhatikan beberapa pola.

Bagaimana cara Anda mengetahui bahwa karyawan yang Anda miliki mempunyai Integrity/ mempunya sikap kejujuran? Dan apakah Anda mau mengetahu caranya?

Satu, pada saat seleksi karyawan baru dan pada waktu rekrut-pun belum tentu memenuhi syarat. Mungkin pada awalnya kita berpikir orang tersebut memang jujur, tapi bisa saja dibelakang ketika terdesak orang tersebut malah mencuri. Tapi di sini minimal Anda harus mengetahui POLA-nya!

Salah satu cara mengetahuinya adalah dari mata. Karena pada dasarnya Mata bisa di baca.
Namun jika Anda ingin mendapatkan penjelasan lebih detail, Anda dapat mendengarkannya di DVD Sales Magic, karena di DVD tersebut semua sudah dibahas secara lebih detail. Karena waktunya terbatas saya akan memberi tahu sepintas yang paling penting. Mata itu apa? Mata itu adalah jendela dunia. Ini juga diajarkan di FBI dan CIA.

Setiap mata mempunyai reaksi. Ketika ditanya, apa warna bajumu? Atau apa warna baju favoritmu? Lalu apa warna seragam yang kamu gunakan sewaktu Anda kecil? Tanpa sadar dia akan melihat kekiri atas, ke tangan kirinya, artinya dia mengakses ke memori visual, tapi ketika matanya mengakses kekanan atas, berarti dia sedang kreatif, itu dinamakan visual.

Ketika saya seminar Sales Magic, saya meminta kepada peserta untuk melakukan survey mengenai hal ini. Caranya saya meminta kepada salah satu peserta untuk saling berpandangan, misalnya “A“ dan “B”.

Saya meminta kepada “A” untuk membayangkan, dan “B” mencatat. Ketika membayangkan, silahkan perhatikan kemana arah matanya. Setelah dibayangkan “A” harus mengangguk menyatakan sudah, dan katakan “ya”.

Saat itu saya meminta kepada “A’ untuk membayangkan gajah yang warnanya oranye, memakai kaos kaki biru setinggi lutut, kemudian hidungnya terdapat garis-garis putih.

Jika saat membayangkan dan matanya akan mengarah kekanan atas. Tandanya di membentuk dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Gajah yang oranye seperti apa?. Memakai kaos kaki biru, semuanya dibayangkan. Ketika dia membayangkan matanya akan mengarah kekanan atas, tetapi bila kidal maka matanya akan mengarah kekirinya. Ketika matanya mengarah kekanan atas berarti berarti dia sedang “kreatif”.

Jadi ketika pasangan Anda pulang terlambat, lalu Anda bertanya kenapa? Dan ketika menjawab matanya mengarah kekanan atas, maka Anda sudah bisa menebaknya sendiri dan saya tidak bertanggung jawab lagi terhadap pertempuran dikeluarga Anda.

Karena karyawan dan pasangan Anda sudah mengetahui pola ini maka bagaimana cara menaggulanginya? Anda bisa mengetahuinya dengan cara mantap atau tidaknya jawaban dan reaksinya saat itu, jadi BOHONG itu mempunyai REAKSI!

Kalau kita wawancara bapak ibu, coba tanyakan pertanyaan-pertanyaan yang pasti jawabanya adalah “ya”. Contohnya “oh bapak SD nya SD negeri ya?” SMP nya Muhammadiah ya? Iya pak!, SMA kanisisus? Iya Pak. Dengan kita bertanya seperti ini maka kita sedang mempelajari polanya.

Kemudian tanyakan sesuatu yang yang mengejutkan misalnya dia adalah lulusan fakultas ekonomi UGM, tapi kita bertanya “Bapak lulusan UI?” maka sedikitnya dia akan terdiam dan kaget, karena pertanyaan yang diajukan tidak sesuai dengan apa yang tertulis.

Kemudian kita tanyakan kembali pertanyaan dengan jawabn “YA” sekali lagi. Dari situ kita kan mengetahui polanya. Bila dia ragu maka kita harus mempertanyakan, apakah dia JUJUR atau BOHONG ?



Posting Komentar