do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Minggu, 21 Oktober 2012

Hidup perlu sifat sabar


Kesabaran adalah hal yang sangat sulit dilakukan, sesuatu yang tidak mudah untuk dipelajari dalam hidup ini.
Untuk bisa menjadi sabar, banyak proses yang harus dilewati seseorang untuk bisa benar-benar mencapai taraf "Sabar"
Kesabaran akan membawa hasil indah yang tidak ternilai indah dan kesenangan dalam hidup kita yang sangat singkat ini.
Kesabaran adalah dengan mengurangi faktor emosi, gengsi, terburu-buru, hawa napsu dan lain sebagainya.
Dengan menumbuhkan sifat kesabaran dan keuletan serta kegigihan diikuti sikap yang tidak pantang menyerah, banyak orang-orang yang telah menjadi sangat sukses diberbagai bidang, seperti halnya : pekerjaan, keluarga, pertemanan.
Kesabaran dapat membawa kedamaian dalam batin dalam diri dan bisa menginfestasikan kepada orang lain serta lingkungan sekitar.
Hidup kita ini belajar dari pengalaman, sama seperti hal nya sifat sabar juga mengajarkan kita berbagai hal yang tidak dapat dibeli dengan uang mau pun ditukarkan dengan barang apapun. Karena sifat sabar ini adalah milik setiap pribadi masing - masing. Memiliki sifat dasar itu berdasarkan pengalaman yang sudah dialami dan dapat melewati proses hidup yang berliku - liku, naik dan turun, belok kanan, belok kiri.
Uniknya, tingkat kesabaran setiap manusia tidak lah sama, seperti hal nya cap jari setiap manusia yang berbeda - beda.

Bagaimana supaya kita dapat menjadi pribadi yang sabar?
1. Meredam emosi didalam diri kita
2. Setelah meredam kita harus belajar untuk mengendalikan itu

Pertanyaan : Kenapa hanya emosi???
Jawaban : 
- Emosi merupakan faktor dasar dari semua hal negatif yang hanya dapat membawa kehancuran baik didalam diri kita, orang lain dan lingkungan sekitar.
- Emosi cenderung berhubungan dengan "Marah"
- Emosi memiliki hubungan dengan "Gengsi" dan "Gengsi" berdasarkan dari benih sifat kesombongan yang telah tumbuh dan berakar didalam diri, hati dan pikiran kita, perasaan ketidak puasan diri terhadap diri sendiri, serta rasa iri hati dan dengki terhadap orang lain karena melihat orang lain memiliki sesuatu yang lebih maka "si Gengsi" pun ingin punya yang lebih lagi atau karena "si Gengsi" seneng dipuji oleh orang lain.

- Emosi cenderung untuk terburu - buru dalam melakukan sesuatu tanpa memikirkan dampak positif atau negatif dari perbuatannya tersebut
- Emosi biasanya hanya mengikuti hawa napsu yang dapat memberikan kesenangan dan kenikmatan sesaat tapi selalu berakhir dengan penyesalan panjang
- Emosi cenderung tidak mau mengalah. Ingin selalu menang tidak perduli dirinya melakukan perbuatan salah atau benar, pokoknya 'Gw yang bener, lo pada nurut gw aj"
Dapat dilihat dari 1 faktor 'Emosi' sudah merangkul berbagai faktor yang negatif, jadi apa mau ditambah terus tingkat emosi nya atau belajar meredam dan mengendalikan emosi supaya bisa sabar???

( Note : Masih banyak sekali faktor - faktor yang berhubungan emosi yang tidak dapat saya uraikan disini )

Pertanyaan :
Bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi didalam hidup ini jikalau semua orang tidak bisa bersabar???
Begitu pula sebaliknya, apa yang akan terjadi didalam hidup ini jikalau semua orang dapat belajar dan melatih diri menjadi lebih sabar dalam menghadapi masalah hidup???



Poskan Komentar