do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Minggu, 21 Oktober 2012

Jujur, Resep Selalu Mujur


Jujur, Resep Selalu Mujur

Tidak ada orang yang rela dibohongi, meskipun ia adalah seorang pembohong. Semua orang ingin mendapatkan pernyataan jujur dari orang lain. Karena itu, siapapun menyulai orang yang jujur.

Faedah Jujur.
1.Hati menjadi tenang. Berbeda dengan dusta, pelakunya selalu was-was jika kebohongannya terbongkar. Sebuah hadits mengatakan ;
“Sesungguhnya kejujuran itu mendatangkan ketenangan, sedangkan dusta menimbulkan keraguan.” (HR. Muslim)
2.Mendapatkan keberkahan. Jujur dalam berjual beli akan mendatangkan berkah, sedangka keccurangan akan menyebabkan hasil usahanya tidak berkah.
“Dua orang yang berjual beli bisa memilih selagi keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan mengatakan apa adanya, maka jual belinya diberkahi. Tetapi jika berdusta dan memanipulasi, dicabutlah keberkahannya dalam bejual beli.” (HR. Muslim)
3.Kejujuran adalah pangkat dari semua kebaikan. Baik kebaikan yang berhubungan dengan Alloh, maupun dengan sesama manusia, kebaikan di dunia, maupun di akhirat.

“Sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada (seluruh) kebaikan, dan kebaikan membawa pemiliknya ke jannah.” (HR. Muslim)
Kisah Seputar Kejujuran

Imam Bukhori sangat membenci kebohongan, meskipun kebohongan yang ditujukan kepada binatang. Suatu hari, beliau mencari seseorang yang konon menghafal suatu hadits dari Nabi saw. Ketika sampai di tempat yang dituju, kebetulan kuda yang dimiliki oleh orang yang dicari itu lepas. Orang itu memamerkan wadah makanannya, sehingga kuda itu kembali. Imam Bukhori bertanya, “Apakah engkau betul-betul hendak memberi gandum untuk kudamu ?” Dia menjawab, “Tidak, aku melakukan ini untuk mengelabuhi kudaku supaya kembali.” imam Bukhori, “Kalau begitu aku tidak akan mengambil hadits dari orang yang menipu binatang.”





Posting Komentar