do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Selasa, 23 Oktober 2012

Pemimpin yang Adil


Pada Zaman Amru bin 'Ash menjadi gubernur di mesir, beliau melakukan pembebasan tanah penduduk untuk membangun mesjid jamik. semua pemilik tanah penduduk yang digunakan proyek tersebut mau diganti rugi oleh pemerintah,kecuali satu orang Yahudi yang mempunyai rumah diatas tanah lokasi proyek pembangunan mesjid, orang Yahudi tersebut tidak mau menjual tanahnya dan rumah yang lokasinya digunakan untuk mesjid, namun Amru bin 'Ash sebagai penguasa di mesir tetap berkeinginan keras mendirikan sebuah mesjid besar dan akhirnya rumah orang Yahidi tersebut dirobohkan dengan paksa dan didirikan mesjid, orang Yahudi sebagai rakyat biasa dan lemah tidak bisa melindungi miliknya sendiri.
Dengan perasaan gundah dan sedih dia ingin mencari keadilan kepada sang Khalifah Umar bin Khatab di Medinah. Setelah bertemu Sang Khalifah di Medina, orang Yahudi tersebut melaporkantindakan Gubernur Amru bin Ash kepadanya, dan dia jauh-jauh dari Mesir datang ke Medinah ingin mencari keadilan dalam perintah Islam.
Dengan nada marah dan geram Umar bin Khatab mendengar perlakuan sala satu Gubernurnya terhadap rakyatnya, lalu Umar bin Khatab berkata kepada si Yahudi " hai pak, tolong ambilkan tulang di tempat sampah itu." Dengan rasa heran dan penasaran si Yahudi mengambilkan tulang. lalu diberikan kepada Sang Khalifah, kemudian khalifah Umar bin Khatab menggoreskan pedangnya yang tajam pada tulang dengan garis lurus dan disilang di tengahnya, sambil berkata " Wahai bapak, sekarang pulanglah kau ke Mesir, berikanlah kepada Gubernur Amru, dan sampaikan salamku padanya."
Dengan perasaan agak kesal, kecewa dan penasaran, dia berkata pada Khalifah " Tuan Khalifah, saya datang kepada tuan, bukan hanya sekedar tulang unta yang busuk ini." Dengan senyum yang ramah Sang Khalifah menjawab " Ketahuilah, hai pak Yahudi justru dalam tulang busuk itu, keadilan yang kau cari."

Setelah tiba di Mesir si Yahudi memberikan tulang unta itu kepada Gubernur. Dengan perasaan takut dan gemetar Gubernur Amru bin Ash menerima tulang unta dari tangan si Yahudi. lalu berkata pada pengawalnya " Hai pengawal, sekarang bongkarlah mesjid yang kita bangun ini dan dirikan gubuk si Yahudi di tempatnya semula."
Dengan Penuh tanda tanya dan rasa keheranan dia lalu bertanya pada Amru bin Ash " Pak Gubernur, kenapa anda memerintahkan merobohkan mesjid yang akan rampung dibangun dan mengapa anda takut dengan gemetar yang hanya dikirim tulang busuk oleh Khalifah. Amru bin Ash menjawab "Hai oarang Yahudi ketahuilah!! pada tulang busuk itu Khalifah mengancamku dengan keras seakan akan dia berkata : " Hai Amru ! Ingatlah kau saat ini yang menjadi penguasa mesir, pada akhirnya kau akan mati juga, menjadi tulang belulang,seperti tulang busuk ini, jika kau tidak berbuat adil dan lurus, maka aku akan tebas lehermu dengan pedang ini."
Dari peristiwa tersebut dapat diambil pelajaran yang tinggi bahwa seorang pemimpin, penguasa negara, maupun pemimpin kampung haruslah bertindak dan berlaku adil kepada rakyatnya tanpa membeda-bedakan, suku, agama, dan ras dalam menjalankan perintahnya.



Poskan Komentar