do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Minggu, 21 Oktober 2012

sabar yang benar


Sabar yang sebenarnya adalah sabar yang telah dijadikan
Allah sebagai buah dari ketakwaan. Allah berfirman:
Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka
sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang
berbuat baik. (TQS. Yusuf [12]: 90)
Sabar yang sebenarnya adalah mereka yang disertakan oleh
Allah dengan para Mujahid. Allah berfirman:
Dan berapa banyak Nabi yang berperang bersama-sama mereka
sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak
menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan
Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh).
Allah menyukai orang-orang yang sabar. (TQS. Ali ‘Imrân [3]:146)

Sabar terhadap cobaan dan qadha adalah sesuatu yang
akan menuntun menuju sikap konsisten, bukan sikap yang labil.
Sabar yang akan mendorong untuk senantiasa berpegang teguh
pada Kitab Allah, bukan melemparkannya dengan dalih beratnya
cobaan. Sabar seperti ini adalah sabar yang akan semakin
menambah kedekatan seorang hamba kepada Rabbnya, bukan
semakin jauh. Allah berfirman:
Maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, “Bahwa tidak ada
Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau,
sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” (TQS. al-
Anbiya [21]: 87)
Kesabaran yang sebenarnya adalah kesabaran yang akan
semakin memperkuat cita-cita dan akan mendekatkan ke jalan
menuju surga, yaitu seperti kesabaran Bilal bin Rabah, Khabab,
dan keluarga Yasir. Sebagiamana sabda Rasul saw.:
Sabarlah wahai keluarga Yasir, sesungguhnya yang dijanjikan bagi
kalian adalah surga.
Juga seperti kesabaran Khubaib dan Zaid. Ia berkata:
Demi Allah, aku tidak suka Muhammad saw. ditimpa musibah
walau hanya dengan duri, sementara aku selamat dengan
keluargaku.
Juga seperti kesabaran orang-orang yang menghentikan
orang yang dzalim tanpa merasa takut, di jalan Allah, terhadap
cacian orang yang suka mencaci. Rasulullah saw. bersabda:
Tidak, demi Allah, kalian harus menghentikan orang yang dzalim,
kalian harus membelokkan mereka (dari kedzaliman) menuju
kebenaran, dan kalian harus menahan mereka dalam kebaikan
atau Allah akan mengunci hati sebagian dari kalian disebabkan
oleh sebagian yang lainnya dan Allah akan melaknat kalian
sebagaimana telah melaknat Bani Israil.
Juga seperti kesabaran para sahabat yang diberkati, juga
kesabaran para sahabat yang diboikot, dan para sahabat yang

hijrah ke Habsyah; dan kesabaran para sahabat yang ditangkap
karena berpegang pada perkataan mereka, “Tuhan kami adalah
Allah”.
Kesabaran yang hakiki juga harus seperti kesabaran kaum
Muhajirin dan Anshar pada saat memerangi kaum Musyrik, bangsa
Persia, dan Romawi. Seperti kesabaran sahabat yang ditawan, yaitu
kelompok Abdullah bin Abi Hudzafah…; juga kesabaran para
mujahidin yang berani dan jujur.
Kesabaran yang sebenarnya adalah kesabaran pada saat
melaksanakan amar makruf nahi munkar, dan tidak lemah
meskipun dihadapkan kepada berbagai penindasan di jalan Allah.
Kesabaran yang sebenarnya adalah kesabaran pada saat
menjadi tentara bersama pasukan kaum Muslim yang siap
memerangi musuh-musuh Allah.
Sabar yang sebenarnya adalah kesabaran yang sesuai
dengan firman Allah:
Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu.
Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orangorang
yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang
memper-sekutukan Allah, gangguan yang banyak yang
menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka
sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut
diutamakan. (TQS. Ali ‘Imrân [3]: 186)
Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar
Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara
kamu; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.
(TQS. Muhammad [47]: 31)
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit
ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.
Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka
mengucapkan, “Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji`ûn”. Mereka itulah
yang mendapat keber-katan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan
mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.



Posting Komentar