do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Minggu, 21 Oktober 2012

Sabar KETIKA SAKIT


Sekecil atau sebesar apapun penyakit yang kita derita, sadarilah bahwa sakit adalah salah satu cara menghapuskan dosa, meninggikan derajad, manambah kebaikan (pahala) . 
Nabi Muhammad SAW bersabda :
مَا يُصِيْبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَ لاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حَزَنٍ وَلاَ اَذًى وَلاَ غَمٌّ حَتّى الشَّوْكَةَ يُشَا كُهَا اُلاَّ كَفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ (رواه البخارى )
“Tidaklah menimpa seorang muslim, baik itu suatu kepayahan, sakit menahun, kegundahan, kesedihan, kesakitan, kecemasan 
Suatu hari nabi Muhammad SAW pernah menemui Ummu saa’ib, lalu beliau bersabda ‘Apa yang menimpamu wahai Ummu Saa’ib kok menggigil seperti itu?” “Ummu saa’ib menjawab “Saya demam tinggi,” Rasulullah bersabda “Janganlah engkau mencela penyakit demam, karena sesungguhnya demam itu menghilangkan kesalahan seperti ubupan menghilangkan karat besi.”
Manfaat penyakit :
1. Menghapuskan dosa
2. Salah satu cara Allah menguji manusia.
Allah berfirman : 
48. Dan tidaklah kami perlihatkan kepada mereka sesuatu mukjizat kecuali mukjizat itu lebih besar dari mukjizat-mukjizat yang sebelumnya. dan kami timpakan kepada mereka azab supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).
Allah menimpakan bala kepada manusia agar mereka mau kembali kepada Allah SWT dan mengamalkan perintah Allah serta menjauhi laranganNya. 
3. Sebagai bukti, cinta Allah kepada makhlukNya.

4. Orang yang sakit akan mendapatkan pahala amalan yang dia lakukan selama dia sehat.
5. Bisa masuk surga dengan izin Allah SWT.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik R.A, ia berkata, telah bersabda Rasulullah SAW : “Kelak akan didatangkan penduduk neraka yang paling bahagia ketika di dunia, Lalu orang tersebut dimasukkan ke dalam neraka, kemudian dikatakan kepadanya “Wahai anak Adam, apakah engkau pernah melihat kebenaran walaupun sedikit?, apakah engkau pernah merasakan suatu kenikmatan selama hidup di dunia?” Dia menjawab : “Demi Allah, ya Rabbi, belum pernah.” Kemudian didatangkan seorang penduduk jannah, yang paling sengsara selama hidup di dunia,” lalu orang tersebut dimasukkan kedalam surga, lalu dikatakan kepadanya : Wahai anak adam, apakah engkau pernah melihat kesengsaraan walau hanya sedikit?, Dia menjawab “belum pernah ya Rabbi”, aku belum pernah melihat kesengsaraan sekalipun>” (HR Muslim). 
Orang kafir akan melupakan kenikmatan selama hidup di dunia, jika ia baru saja dimasukkan kedalam neraka dan orang islam akan melupakan kesengsaraan selama hidup di dunia, jika ia baru saja dimasukkan kedalam surga.


Poskan Komentar