do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Minggu, 21 Oktober 2012

Sabar Perisai Seorang Mukmin


Makna Sabar 

Asal usul kata sabar ialah Al-Man’u (menahan) dan Al-Habsu (mencegah). Jadi sabar ialah menahan jiwa dari cemas,lisan dari mengeluh, dan organ tubuh dari menampar pipi, merobek-robek baju, dan lain sebagainya. Allah Ta’ala berfirman,

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya.” (Al-Kahfi:28).
Antarah berkata,
Aku menahan jiwa berilmu, karena itu ia merdeka
Ia kokoh jika jiwa pengecut telah muncul
Antara berkata, “Aku menahan jiwa yang berilmu, yaitu jiwa merdeka yang mulia dan bukannya jiwa budak yang tidak mempunyai kemuliaan. “Yang ia maksud dengan kokoh ialah bahwa jiwa terebut kokoh dan tenang jika jiwa orang pengecut takut dan goyah.
Dikatakan, Shabartu Fulanan maksudnya aku menahan. Shabartuhu maksudnya aku membuatnya bersabar. Dalam hadist tentang orang yang memegang seorang kemudian dibunuh orang lain,
“Pembunuh itu membunuh dan penyabar itu bersabar.“ (Diriwayatkan Ad-Daruquthni).
Maksudnya bahwa ia ditahan untuk dibunuh sebagaimana ditahannya orang dipegang untuk dibunuh. Shabbartu ar-rajulu maksudnya aku memegagi orang tersebut untuk dibunuh. Shabbartuhu atau ashbartuhu mksudnya aku menahannya (memintanya) agar ia bersumpah. Disebutkan dalam hadits,
“Barangsiapa bersumpah dengan sumpah yang sungguh-sungguh kemudian dengan sumpah tersebut ia merampas harta orang Muslim, maka kelak ia bertemu dengan Allah yang berpaling daripadanya.” (Diriwayatkan Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, Ahmad, An-Nasai, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah).
Disebutkan dalam hadits tentang sumpah,
“Dan kamu tidak bisa menahan tangan kanannya hingga kamu menahan sumpahnya.” (Diriwayatkan Al-Bukhari dan An-Nasai).
Shaburtu dan Asburu artinya ialah menangung. Ash-Shabiru artinya pihak penanggung dan seolah-olah ia menahan dirinya untuk rugi. Dikatakan, “Ashbarani.” Maksudnya ia menjadikanku sebagai pihak penanggung.
Konon asal usul kata sabar ialah dari kata Asy-Syiddah (kokoh) dan Al-Quwwah (kekuatan). Ash-Shabiru ialah obat yang sangat pahit. Ash-Shubru yaitu tanah yang mempunyai kesuburan yang tinggi karena padat dan kuat. Waqa’a al-qaumu fi amrin shabburin artinya bahwa kaum tersebut berada dalam masalah pelik. Shabarratu asy-syita’ artinya musim dingin itu sangat dingin.
Konon lagi asal usul kata sabar berasal dari kata Al-Jam’u (menggabungkan) dan Adz-Dzammu (menghimpun). Jadi orang yang sabar ialah orang yang menggabungkan dirinya dan menghimpunnya dari keluh kesah dan cemas. Shubratu ath-tha’ami artinya seonggok makanan. Shabaratu al-hijarati artinya batu yang halus.
Identifikasi masalah ini, bahwa kata sabar mempunyai tiga arti di atas yaitu al-man’u (menahan) asy-syiddatu (kokoh) adz-dzammu (menghimpun). Dikatakan Shabara jika orang tersebut mempunyai sifat sabar. Tashbbara jika ia disuruh untuk bersabar. Ishthabara jika ia belajar bersabar. Shaabara jika lawannya berada pada posisi sabar. Shabbaru nafsahu au ghairahu jika ia menyabarkan dirinya atau orang lain. Isim fa’il dari kata sabar ialah Shaabir, Shabbar, Shabbur, Mushabir dan Mushthabir. Mushabir dari kata kerja Shaabara. Mushthabir dari kata kerja Ishthabara dan Shaabir dari kata kerja Shaabara. Adapun Shabbar dan Shabbur, maka berasal dari wazan yang menunjukkan artinya banyak, seperti dzarrab dan dzarub yang berarti banyak memukul. Wallahu a’lam.



Poskan Komentar