do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Selasa, 09 Oktober 2012

sukses sehat bahagia


Anda ingin sukses? Setiap orang jika dilontarkan pertanyaan itu, hampir memiliki jawaban yang yang sama : Ya, saya ingin sukses. 
Tapi tahukah anda apa sebenarnya arti sukses itu? Apakah anda mempunyai banyak uang sehingga bisa memenuhi segala apa yang ada inginkan?
Jawabannya ternyata bukan itu. Uang bukanlah faktor nomor satu. Para pengusaha yang sukses pun menempatkan faktor uang sebagai urutan kelima.

Faktor pertama ternyata adalah faktor kesehatan. Jika anda ingin sukses maka anda harus memiliki kesehatan prima. Faktor yang kedua adalah karakter, ketiga pendidikan, keempat adalah networking/jaringan, disusul faktor kelima yaitu uang.

Kelima faktor itu memiliki hubungan yang saling terkait. Anda punya uang berlimpah tetapi tidak cukup pintar dan tidak punya jaringan maka anda sulit untuk sukses. Begitu pula anda punya uang, pintar, punya jaringan, tetapi tidak memiliki karakater baik (misalnya suka berbohong, suka menipu) maka anda juga sulit untuk sukses. Lainnya, anda punya uang juga punya kepintaram, networking dan punya karakter baik tetapi anda tidak memiliki kesehatan prima (sering sakit-sakitan) maka juga imposible untuk bisa sukses.

Jadi kesehatan merupakan faktor krusial dalam meraih kesuksesan.

Itulah gambaran sekilas pembahasan buku yang ditulis oleh suami istri (Ali Murtodio dan Tatik Suryani) yang berjudul Success Healthy Happiness. 
Dalam bukunya sang penulis mampu menyajikan tulisan yang mudah dipahami dan dengan bahasa yang sederhana walaupun referensinya tulisannya sebenarnya dari hasil-hasil penelitian yang rumit.

Untuk meraih hidup secara sehat kita tidak perlu mengeluarkan biaya besar, cukup dengan cara-cara gampang. Misalnya, anjuran untuk tidak makan terlalu malam. Satu anjuran sederhana yang hanya merubah kebiasaan saja. Anjuran ini adalah hasil explorasi buku yang berjudul The Miracle of Enzyme (Hirami Shinnya), dimana buku ini biasanya lebih bisa dipahami oleh seorang akademis. Ali dan Tatik menulsi secara sederhana. Intinya jika kita makan menjelang tidur maka selama tidur organ pencernaan akan tersiksa karena pencernaan harus kerja lembur. Akibatnya akan cepat merusak organ dan juga bisa menyebakan sleep apnea (ngorok) akibat dari kondisi perut banyak makanan yang sedang diproses oleh lambung kemudian terjadi tubuh menyempitkan saluran pernapasan dalam mencegah isi lambung memasuki tenggorakan, akabiatnya tercekak, sesak napas, lalu ngorok.


Buku in terdiri dari 50-an artikel. Selain anjuran yang berkaitan dengan makanan, misalnya anjuran agar kita banyak mengkonsumsi enzyme friendly yaitu perbanyak makanan buah-buahan dan kekuatan dari air putih. Juga anjuran-anjuran non makanan untuk mendukung kita menuju hidup sehat. Non makanan misalnya, kita dianjurkan untuk tidak mensia-siakan hidup dengan pikiran-pikiran negatif. Buang pikiran negatif seperti curiga, buruk sangka, karena pikrian semacam itu akan membuang energi kita dan hidup kita akan menjadi lebih tertekan. Dampak lain dari pikiran negatif jika ditinjau dari sisi medis juga akan mengakibatkan melemahkan sistim kekebalan tubuh.

Bahasan lain yang mendukung kita dapat hidup sukses selain kesehatan, kita perlu malatih karakter selama 14 hari. Membakar semangat selama dalam jangka waktu itu untuk dapat berubah, tekad untuk tidak marah, dan tekad untuk mengerjakan kebaikan yang semuanya didukung dengan ketekunan yang sungguh-sungguh, tanpa melakukan perkecualian.

Untuk bisa suksespun kita harus juga mengasah otak, kita perlu mendatangi seminar-seminar bisnis terutama dengan pembicaranya orang-orang salih kerja, pembicara para CEO yang berhasil, berkumpul dengan para pembisnis sehingga kita banyak belajar dari mereka dan bisa ketularan tentang keprofesionalannya. Sisi lain dengan melakukan hal semacam itu maka kita juga memiliki peluang untuk membangun networking.



Posting Komentar